Tiga Buku Spiritualitas Universal Masuk Kurikulum di Enam Perguruan Tinggi Lintas Agama

AKURAT.CO Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi oleh isu agama dan krisis makna, tiga buku terbaru dari komunitas Esoterika Forum Spiritualitas menghadirkan pendekatan segar dalam memahami agama dan spiritualitas.
Buku-buku tersebut akan menjadi materi ajar resmi di enam perguruan tinggi agama lintas iman, mencakup Islam, Buddha, Kristen, Katolik, dan Hindu.
Ketiga buku ini ditulis oleh Denny JA, serta kolaborasi Ahmad Gaus AF dan Budhy Munawar-Rachman, yang semuanya dikenal sebagai pemikir lintas disiplin dan penggagas pluralisme spiritual.
Peluncuran dan pengintegrasian buku-buku tersebut dimulai melalui workshop intensif pada April 2025, yang diikuti oleh 25 dosen bergelar doktor dan profesor dari berbagai institusi keagamaan dan humaniora.
“Kami ingin mengajak kampus tidak hanya menjadi ruang intelektual, tetapi juga ruang batin yang menyejukkan,” ujar Denny JA, penulis utama sekaligus penggagas konsep spiritualitas universal ini, Senin (14/4/2025).
Adapun tiga buku yang akan menjadi bagian dari kurikulum tersebut adalah:
Baca Juga: KPK Beri Sinyal Peran Mantan Menhub Budi Karya Sumadi dalam Korupsi Proyek DJKA di Sulawesi
- 10 Prinsip Spiritual yang Universal: Dari Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Kita Bersama– Denny JA
- Sosiologi Agama di Era Artificial Intelligence: 7 Prinsip–Denny JA
- Agama sebagai Warisan Kultural Milik Bersama– Ahmad Gaus AF & Budhy Munawar-Rachman
Menurut Denny JA, pentingnya memasukkan prinsip-prinsip spiritual universal ke dalam lingkungan akademik didasari tiga hal:
- Menawarkan arah di tengah banjir informasi yang kehilangan makna.
- Membangun kompas batin bagi manusia modern dalam menghadapi keragaman tafsir agama.
- Menyatukan masyarakat yang terbelah akibat perbedaan identitas melalui pendekatan spiritual yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Buku berjudul 10 Prinsip Spiritual yang Universal, mengangkat pesan-pesan yang melampaui sekat-sekat dogma, menawarkan spiritualitas sebagai kebutuhan biologis, mental, dan sosial.
Sementara buku Sosiologi Agama di Era AI, menyuguhkan analisis mendalam atas pengaruh teknologi terhadap dimensi religius manusia, dengan pendekatan yang tetap humanistik dan relevan.
Adapun buku Agama sebagai Warisan Kultural, menekankan pentingnya memahami agama sebagai kekayaan budaya bersama yang harus dijaga tanpa fanatisme.
Ahmad Gaus dan Budhy Munawar menyatakan, buku yang mereka tulis adalah intisari dari pemikiran Denny JA mengenai wajah agama di era digital dan pasca-kebenaran.
“Kami percaya, memperkenalkan spiritualitas universal dalam kurikulum kampus adalah investasi untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga bijak secara emosional dan spiritual,” pungkas Denny JA.
Baca Juga: DPR: Pos Dubes Strategis yang Kosong Perlu Segera Diisi, Termasuk Amerika Serikat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









