Akurat Logo

Jawaban Survei Nasional Pengelolaan Kinerja: Mohon Ibu/Bapak Menceritakan Pengalaman yang Cukup Berkesan Positif Maupun Negatif

Shalli Syartiqa | 9 Juli 2025, 11:30 WIB
Jawaban Survei Nasional Pengelolaan Kinerja: Mohon Ibu/Bapak Menceritakan Pengalaman yang Cukup Berkesan Positif Maupun Negatif

AKURAT.CO Survei Nasional Pengelolaan Kinerja yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) bertujuan untuk mengumpulkan data akurat terkait pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah secara nasional.

Salah satu pertanyaan kunci dalam survei ini adalah mengenai pengalaman positif dan negatif yang cukup berkesan selama proses pengelolaan kinerja.

Sehubungan dengan itu, berikut referensi jawaban Survei Nasional Pengelolaan Kinerja mengenai pengalaman yang cukup berkesan positif maupun negatif.

Pengalaman Positif dalam Pengelolaan Kinerja

Sistem pengelolaan kinerja yang berbasis digital seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) telah banyak memberikan pengalaman positif bagi guru.

1. Kemudahan Administrasi dan Efisiensi Waktu

Banyak guru merasakan manfaat dari sistem digital ini karena fitur-fitur terintegrasi memudahkan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kinerja.

Beban administrasi yang berlebihan dapat dikurangi, sehingga guru dapat lebih fokus pada kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri. Proses pengisian dokumen yang lebih sedikit dan praktis memungkinkan guru menghemat waktu.

2. Pengakuan dan Apresiasi Kinerja

Sistem baru ini memberikan penghargaan yang lebih adil dan transparan bagi guru. Guru yang menunjukkan kinerja baik mendapatkan pengakuan yang layak, tidak hanya berdasarkan pangkat atau golongan, tetapi juga berdasarkan kontribusi nyata di kelas dan sekolah.

Hal ini meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri guru dalam menjalankan tugasnya.

3. Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Dengan indikator kinerja yang terukur dan relevan, guru dapat lebih mudah mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam praktik mengajar.

Umpan balik yang diberikan oleh kepala sekolah atau rekan sejawat membantu guru melakukan perbaikan berkelanjutan, sehingga kualitas pembelajaran di kelas meningkat.

4. Kolaborasi dan Budaya Kerja Positif

Pengelolaan kinerja juga mendorong terbangunnya kultur kerja yang positif dan akuntabilitas tinggi di lingkungan sekolah.

Guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan bersama dan saling mendukung dalam mencapainya.

Pengalaman Negatif dan Tantangan dalam Pengelolaan Kinerja

Meskipun banyak pengalaman positif, penerapan sistem pengelolaan kinerja berbasis digital juga menimbulkan beberapa tantangan.

1. Beban Administrasi dan Adaptasi Sistem Baru

Pada awal penerapan sistem digital, banyak guru merasa kebingungan dan tertekan dengan perubahan yang terjadi.

Pengisian dokumen secara daring, pemahaman fitur baru, dan tuntutan administrasi tambahan sempat menjadi beban, terutama bagi guru yang belum terbiasa dengan teknologi.

2. Kendala Teknis dan Infrastruktur

Beberapa guru menghadapi kendala teknis seperti aplikasi yang error, jaringan internet yang tidak stabil, atau perangkat yang kurang memadai.

Hal ini menghambat proses pengisian kinerja dan menimbulkan frustrasi, terutama di daerah dengan akses teknologi terbatas.

3. Kurangnya Sosialisasi dan Pelatihan\

Tidak semua guru mendapatkan pelatihan yang memadai tentang penggunaan sistem baru.

Akibatnya, terjadi miskonsepsi dan kekhawatiran bahwa pengelolaan kinerja hanya menambah beban kerja, bukan sebagai alat pengembangan profesional.

Secara keseluruhan, pengalaman para guru selama proses pengelolaan kinerja, khususnya dengan adanya Platform Merdeka Mengajar (PMM), menjadi semakin beragam, mencakup sisi positif dan tantangan yang dihadapi.

Itulah referensi jawaban Survei Nasional Pengelolaan Kinerja mengenai pengalaman yang cukup berkesan positif maupun negatif.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.