Akurat

Apa Saja Faktor Risiko Kelahiran Prematur? Bagaimana Pemberian Nutrisi pada Bayi Prematur?

Moh.Apriawan | 26 Juni 2025, 09:20 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Kelahiran Prematur? Bagaimana Pemberian Nutrisi pada Bayi Prematur?

AKURAT.CO Mari simak inilah jawaban apa saja faktor risiko kelahiran prematur? bagaimana pemberian nutrisi pada bayi prematur?

Kelahiran prematur adalah kondisi di mana bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Bayi prematur berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan karena organ-organ tubuhnya belum berkembang sempurna.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia.

Memahami faktor risiko kelahiran prematur dan cara pemberian nutrisi yang tepat pada bayi prematur sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kelangsungan hidup bayi tersebut.

Artikel ini akan membahas faktor risiko kelahiran prematur serta pedoman pemberian nutrisi yang tepat bagi bayi prematur berdasarkan sumber terpercaya.

Baca Juga: Mahalini Melahirkan Secara Prematur, Sule Tepis Rumor Hamil Duluan

Faktor Risiko Kelahiran Prematur

Bayi prematur lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, dan ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, antara lain:

  • Usia ibu hamil: Ibu yang berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi melahirkan prematur.

  • Kehamilan kembar atau lebih: Mengandung lebih dari satu janin meningkatkan risiko kelahiran prematur.

  • Riwayat kelahiran prematur sebelumnya: Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya meningkatkan kemungkinan terulangnya kelahiran prematur.

  • Berat badan ibu saat hamil kurang dari normal: Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan memicu kelahiran prematur.

  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat: Jarak kurang dari 6 bulan antara kehamilan sebelumnya dan kehamilan sekarang dapat meningkatkan risiko.

  • Komplikasi kehamilan: Preeklamsia, diabetes gestasional, plasenta previa, abruptio plasenta, dan kelainan pada rahim atau serviks seperti serviks pendek atau serviks yang membuka dini.

  • Stres berat dan kondisi psikologis: Stres berat, trauma, atau depresi pada ibu hamil dapat memicu pelepasan hormon yang menyebabkan kontraksi prematur.

  • Gaya hidup dan lingkungan: Paparan polusi udara, merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, dan pekerjaan fisik berat juga berkontribusi pada risiko kelahiran prematur.

Baca Juga: Kembali Lahiran Prematur, Rizky Billar Sebut Lesti Kejora Ditangani Khusus

Pemberian Nutrisi pada Bayi Prematur

Bayi prematur memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi dibanding bayi cukup bulan karena organ tubuh dan sistem pencernaannya belum matang sempurna.

Pemberian nutrisi yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.

1. Metode Pemberian Nutrisi

  • Pemberian nutrisi secara kontinu (continuous feeding) lebih dianjurkan terutama untuk bayi prematur dengan berat badan kurang dari 1.500 gram. Metode ini terbukti meningkatkan laju pertumbuhan dan mempercepat pemberian nutrisi enteral penuh.

  • Jika bayi belum mampu menyusu langsung, nutrisi dapat diberikan melalui tabung nasogastrik atau selang makan.

2. Jenis Nutrisi

  • Air Susu Ibu (ASI) adalah pilihan utama karena mengandung zat gizi lengkap dan antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi.

  • Human Milk Fortifier (HMF) dapat ditambahkan ke ASI untuk memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi pada bayi prematur.

  • Jika ASI tidak mencukupi, susu formula khusus untuk bayi prematur dapat digunakan sesuai rekomendasi dokter.

3. Frekuensi dan Porsi Makan

  • Bayi prematur perlu diberi makan dalam porsi kecil tetapi sering, minimal setiap 2-3 jam sekali, karena kapasitas lambungnya kecil.

  • Pemberian makan harus disesuaikan dengan kesiapan bayi, tidak dipaksa, dan mengikuti tanda-tanda lapar bayi.

4. Pendampingan dan Pemantauan

  • Orang tua perlu bekerja sama dengan tim medis untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur.

  • Catatan pemberian makan dan berat badan harus rutin dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi.

  • Perkenalan makanan padat dilakukan secara bertahap saat bayi sudah siap secara fisiologis.

Kesimpulan

Kelahiran prematur dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti usia ibu, kehamilan kembar, riwayat kelahiran prematur, komplikasi kehamilan, serta faktor psikologis dan lingkungan.

Bayi prematur membutuhkan pemberian nutrisi khusus yang menyesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan pencernaannya.

ASI tetap menjadi nutrisi utama dengan tambahan fortifikasi bila diperlukan, serta pemberian nutrisi secara kontinu dan frekuensi makan yang sering menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan bayi prematur.

Pendampingan medis dan pemantauan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan bayi prematur tumbuh sehat dan berkembang optimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.