Akurat

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 63 tentang Unsur Novel Sejarah

Kosim Rahman | 28 Oktober 2024, 17:15 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 63 tentang Unsur Novel Sejarah

AKURAT.CO Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 pada halaman 63 tentang Unsur Novel Sejarah.

Bagi kelas 12 SMA, salah satu materi dalam pelajaran bahasa Indonesia adalah menganalisis unsur kebahasaan.

Oleh karena itu, kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 12 pada halaman 63 yang berkaitan dengan tabel analisis unsur kebahasaan dalam novel sejarah sangat dicari.

Dengan adanya kunci jawaban dapat digunakan untuk membandingkan dengan jawaban yang telah diisi.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 63

  1. Kalimat Bermakna Lampau

Kutipan teks:

Paragraf 2:

Guncangan pertama yang memengaruhi hubungan ini adalah ketika Sang Prabu telah menikah dengan empat putri mendiang Raja Kertanegara, telah menikah lagi dengan seorang putri dari Melayu.

Paragraf 3:

Datanglah pasukan yang beberapa tahun lalu diutus oleh mendiang Sang Prabu Kertanegara ke negeri Melayu

  1. Penggunaan Konjungsi yang Menyatakan Urutan Waktu

Kutipan teks:

Paragraf 1

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

Paragraf 2

Sebelum puteri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara.

  1. Penggunaan Kata Kerja Material

Kutipan teks:

Paragraf 2

Sebelum puteri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara.

Paragraf 3

Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini yang setelah diperisteri oleh Sang Baginda.

  1. Penggunaan Kalimat Tidak Langsung

Kutipan teks:

Paragraf 6

Mendengar akan pengangkatan patih ini, merahlah muka Adipati Ronggo Lawe.

Informasi penting disajikan secara kronologis

Paragraf 7

Tirtowati juga memperingatkan karena melempar nasi ke atas lantai seperti itu penghinaan terhadap Dewi Sri dan dapat menjadi kualat.

  1. Penggunaan Kata Kerja Mental

Kutipan teks:

Paragraf 3:

Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini yang setelah diperisteri oleh Sang Baginda, lalu diberi nama Sri Indraswari.

Paragraf 7

Adipati Ronggo Lawe bangkit berdiri, membiarkan kedua tangannya dicuci oleh kedua orang istrinya yang berusaha menghiburnya.

  1. Penggunaan Dialog

Kutipan teks:

Paragraf 7

”Kakangmas adipati ... harap Paduka tenang ...,”

”Ingatlah, Kakangmas Adipati ... sungguh merupakan hal yang kurang baik mengembalikan berkah ibu pertiwi secara itu...”

”Aku harus pergi sekarang juga!“

”Pengawal lekas suruh persiapkan si Mego Lamat di depan! Aku akan berangkat ke Mojopahit sekarang juga!”

Paragraf 8

“Kakang Ronggo Lawe, apakah maksudmu dengan ucapan itu?”

  1. Penggunaan Kata Sifat

Kutipan teks:

Paragraf 3

Dyah Gayatri yang bungsu ini memang cantik jelita seperti seorang dewi kahyangan, terkenal di seluruh negeri dan kecantikannya dipuja-puja oleh para sastrawan di masa itu.

Paragraf 5

Tentu saja Ronggo Lawe, sebagai seorang yang amat setia sejak zaman Prabu Kertanegara, berpihak kepada Dyah Gayatri.

*Disclaimer:

Artikel ini berisi kunci jawaban yang dimaksudkan sebagai panduan belajar bagi siswa.

Informasi yang disajikan tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan, dan sebaiknya digunakan sebagai referensi tambahan.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.