Saat Orang Tua Sibuk Kerja, Sementara Anak Diabaikan

AKURAT.CO Terkadang, kita sebagai orang tua terlalu sibuk pada hal-hal materi, menganggap materi adalah segalanya untuk anak. Hal tersebut tidak sepenuhnyalah salah, untuk bisa memberikan yang terbaik bagi anak, pendidikan yang terbaik, masa depan terbaik, pakaian terbaik kita memang perlu uang yang banyak. Namun, tahukah Anda, bahwa ada yang lebih mahal ketimbang itu, yakni momen dan waktu yang bisa kita luangkan bersama anak. Bukan hanya bahwa hal tersebut tak dapat kita ulang momennya, tapi juga ada masa-masa berharga anak yang akan kita biarkan terbuang sehingga kita akan melewatkan bagian dari masa tertentu pertumbuhan anak.
Baca Juga: Anak yang Diasuh dengan Helicopter Parenting Cenderung Tak Mampu Atasi Kegagalan Hidup
Untuk lebih jelasnya, Anda mungkin dapat belajar dari sebuah film Korea yang benar-benar diangkat dari kejadian nyata ini. Filmnya berjudul WISH, mungkin Anda bisa sembari menontonnya, diangkat dari kisah nyata dalam Kasus Mayoung yang terjadi pada tahun 2008.
Film ini menceritakan tentang seorang gadis berusia delapan tahun bernama Na Young di Korea Selatan yang diperkosa dan disiksa oleh seorang laki-laki berusia 57 tahun di sebuah toilet umum. Dalam film ini, kalian akan melihat perjuangan Na Young dan keluarga untuk kembali bangkit dari rasa trauma.
Ada satu scene dalam film tersebut yang begitu menggugah saya, kita mungkin tidak bisa menyalahkan siapapun atas pelecehan seksual yang terjadi pada anak, namun mau tidak mau, pasti ada suatu kelalaian yang terjadi selama kita mengawasi anak.
Baca Juga: Natasha Rizky Terapkan Co-Parenting Bersama, Puji Desta Ayah Yang Baik
Pada scene-scene awal film tersebut begitu sangat jelas diperlihatkan bahwa Na Young kerap dibiarkan pergi sendirian ke sekolah tanpa ditemani oleh ayah dan ibunya karena mereka sibuk bekerja mencari uang dengan membuka toko kelontong di depan rumah, sehingga pada suatu ketika sang anak disuruhnyalah berangkat sekolah sendiri, dan ternyata Na Young sudah diincar oleh pelaku, dan pelecehan seksual itupun terjadi. Bahkan hanya untuk memersiapkan pakaian anak dan menyisir rambut anaknya kedua orang tua itu tidak sempat saking mereka berdua terburu-burunya ingin cepat-cepat membuka toko.
Di sini kita bisa melihat bahwa kelalaian orang tua dalam mengawasi dan menjaga anak bisa berefek sangat fatal, entah appaun alasan Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







