Akurat

Model Pembelajaran Discovery Learning Menurut Para Ahli

Sultan Tanjung | 18 September 2024, 20:00 WIB
Model Pembelajaran Discovery Learning Menurut Para Ahli

AKURAT.CO Discovery Learning atau pembelajaran penemuan adalah model pembelajaran yang menekankan pada proses belajar aktif, di mana siswa menemukan sendiri pengetahuan baru melalui eksplorasi dan penyelidikan.

Model ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah.

Artikel ini akan membahas model pembelajaran Discovery Learning menurut para ahli, berdasarkan jurnal ilmiah dari universitas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: Setelah Mengenal Perubahan Utama Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, Hal Apa yang Paling Membuat Ibu dan Bapak Guru Bersemangat? Mengapa?

Pengertian Discovery Learning

Discovery Learning adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri pengetahuan yang ingin disampaikan dalam pembelajaran.

Menurut Jerome Bruner, seorang psikolog pendidikan dari Amerika Serikat, Discovery Learning adalah metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan serta prinsip-prinsip umum praktis.

Bruner percaya bahwa pengetahuan yang ditemukan sendiri oleh siswa akan lebih bermakna dan tahan lama.

Karakteristik Discovery Learning

  1. Berpusat pada Siswa

    Model ini menempatkan siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran. Menurut Arends, Discovery Learning menekankan pada pengalaman belajar aktif, yang membimbing siswa untuk menemukan dan mengemukakan gagasan terkait topik yang dipelajari.

  2. Proses Penemuan

    Siswa didorong untuk melakukan penyelidikan, mengelompokkan informasi, dan memecahkan masalah secara mandiri. Saefuddin dan Berdiati menyatakan bahwa Discovery Learning adalah proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk final, tetapi melalui proses menemukan sendiri.

  3. Pengalaman Langsung

    Model ini lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar. Syah (2017) mengungkapkan bahwa Discovery Learning menekankan pada pengalaman langsung siswa, di mana proses pembelajaran menjadi fokus utama.

Langkah-langkah Discovery Learning

Menurut Daryanto dan Karim, langkah-langkah dalam Discovery Learning meliputi:

  1. Identifikasi Masalah: Siswa dihadapkan pada masalah yang harus dipecahkan.
  2. Pengumpulan Data: Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk memahami masalah.
  3. Pengolahan Data: Siswa menganalisis data yang telah dikumpulkan.
  4. Pembentukan Hipotesis: Siswa merumuskan hipotesis berdasarkan analisis data.
  5. Pengujian Hipotesis: Siswa melakukan eksperimen atau penyelidikan untuk menguji hipotesis.
  6. Penarikan Kesimpulan: Siswa menarik kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis.

Manfaat Discovery Learning

  1. Meningkatkan Keterlibatan Siswa
    Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, Discovery Learning meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, karena mereka aktif mencari dan menemukan pengetahuan sendiri.

  2. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis
    Penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa Discovery Learning membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis.

  3. Meningkatkan Retensi Pengetahuan
    Menurut studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), pengetahuan yang ditemukan sendiri oleh siswa cenderung lebih tahan lama dibandingkan dengan pengetahuan yang diberikan secara langsung.

Kesimpulan

Model pembelajaran Discovery Learning adalah pendekatan yang menekankan pada proses belajar aktif, di mana siswa menemukan sendiri pengetahuan baru melalui eksplorasi dan penyelidikan.

Menurut para ahli seperti Jerome Bruner, Arends, dan Saefuddin, model ini berpusat pada siswa dan mengutamakan pengalaman langsung dalam proses pembelajaran.

Dengan langkah-langkah yang sistematis dan manfaat yang signifikan, Discovery Learning dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, dan memperpanjang retensi pengetahuan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.