Mengapa Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan dengan Istilah Prasejarah untuk Menggambarkan Kehidupan Manusia Sebelum Mengenal Tulisan?

AKURAT.CO Istilah “praaksara” dan “prasejarah” sering digunakan untuk menggambarkan periode kehidupan manusia sebelum adanya sistem tulisan.
Namun, ada perdebatan mengenai istilah mana yang lebih tepat digunakan.
Artikel ini akan membahas mengapa istilah “praaksara” dianggap lebih tepat dibandingkan dengan istilah “prasejarah” untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan, berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah universitas di dalam negeri dan luar negeri.
1. Pengertian Praaksara dan Prasejarah
Istilah “praaksara” berasal dari dua kata, yaitu “pra” yang berarti sebelum dan “aksara” yang berarti tulisan.
Dengan demikian, praaksara merujuk pada masa sebelum manusia mengenal tulisan.
Di sisi lain, istilah “prasejarah” terdiri dari “pra” yang berarti sebelum dan “sejarah” yang berarti peristiwa masa lalu yang berhubungan dengan aktivitas manusia.
Prasejarah secara harfiah berarti masa sebelum adanya catatan sejarah tertulis.
2. Aktivitas dan Kebudayaan Manusia Praaksara
Meskipun manusia pada masa praaksara belum mengenal tulisan, mereka sudah memiliki aktivitas dan kebudayaan yang kompleks.
Mereka telah mengembangkan alat-alat dari batu, tulang, dan kayu, serta menciptakan seni rupa seperti lukisan gua.
Penggunaan istilah “prasejarah” cenderung mengabaikan fakta bahwa manusia pada masa ini sudah memiliki sejarah dan kebudayaan yang signifikan, meskipun belum ada catatan tertulis.
3. Komunikasi dan Sistem Simbol
Manusia praaksara menggunakan berbagai bentuk komunikasi non-tulisan, seperti bahasa lisan, simbol-simbol visual, dan melodi musik untuk menyampaikan pesan dan mengabadikan kenangan.
Istilah “praaksara” lebih tepat karena mencakup semua bentuk komunikasi ini, sementara istilah “prasejarah” cenderung fokus pada ketiadaan tulisan dan mengabaikan sistem komunikasi lainnya yang digunakan oleh manusia pada masa itu.
4. Pengakuan terhadap Budaya Lisan
Istilah “praaksara” juga memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap budaya lisan yang masih hidup hingga saat ini.
Di banyak komunitas adat, tradisi lisan tetap menjadi bagian penting dari identitas mereka.
Dengan menggunakan istilah “praaksara”, kita menghargai warisan lisan ini dan menyadari bahwa budaya tulisan hanya merupakan satu aspek dari kekayaan budaya manusia.
5. Keakuratan Terminologi
Penggunaan istilah “praaksara” lebih akurat dalam menggambarkan periode sebelum adanya tulisan formal.
Istilah ini tidak hanya mencakup masa sebelum tulisan ditemukan, tetapi juga periode ketika sistem tulisan belum merata di kalangan masyarakat.
Ini memberikan gambaran yang lebih luas dan komprehensif tentang kehidupan manusia pada masa lampau.
Kesimpulan
Istilah “praaksara” lebih tepat digunakan dibandingkan dengan istilah “prasejarah” untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.
Istilah ini mencakup aktivitas dan kebudayaan manusia praaksara, bentuk komunikasi non-tulisan, serta memberikan pengakuan terhadap budaya lisan.
Selain itu, istilah “praaksara” lebih akurat dalam menggambarkan periode sebelum adanya tulisan formal.
Dengan demikian, penggunaan istilah “praaksara” membantu kita memahami dan menghargai keberagaman kehidupan manusia pada masa lampau dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat






