AKURAT.CO Kurikulum Merdeka adalah pendekatan pendidikan yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk menggali potensi dan minatnya secara lebih luas.
Sebagaimana dikutip dari laman Kemdikbud, dalam kurikulum ini, tidak hanya aspek akademis yang ditekankan, melainkan juga pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan spiritual siswa.
Definisi Kurikulum Merdeka Menurut Para Ahli
- H. M. Arief Rahman, M.Pd: Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memperhatikan pembentukan karakter bangsa dan mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan penerapan teknologi informasi.
- Kajian Akademik Kurikulum Merdeka juga menjelaskan kerangka dasar, prinsip, karakteristik, dan desain kurikulum merdeka untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Tujuan Kurikulum Merdeka
- Mewujudkan pelajar yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
- Fokus pada pengembangan karakter, inklusivitas, dan keberagaman.
Prinsip Perancangan Kurikulum Merdeka
- Inklusivitas: Mengakomodasi perbedaan individu dan memastikan setiap siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
- Keterpaduan: Mengintegrasikan berbagai aspek pembelajaran, termasuk akademis, keterampilan, dan nilai-nilai.
Karakteristik Pembelajaran Kurikulum Merdeka
- Berbasis Masalah: Mengajak siswa memecahkan masalah nyata.
- Kolaboratif: Mendorong kerjasama antara siswa dan guru.
- Kreatif: Menggali potensi kreativitas siswa.
Landasan Kurikulum Merdeka
- Pancasila: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran.
- Teknologi Informasi: Memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran.
Desain dan Pendekatan Pengembangan Kurikulum
- Fleksibel: Dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan perkembangan zaman.
- Berbasis Kompetensi: Menekankan pada pencapaian kompetensi siswa.
Kesimpulan
Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif, berorientasi pada potensi siswa, dan menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Semoga artikel ini memberikan wawasan lebih tentang pentingnya pendekatan kurikulum yang berfokus pada kebebasan dan pengembangan karakter.
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








