AKURAT.CO, Zat besi adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak. Zat besi adalah mineral penting untuk fungsi hemoglobin, protein pengangkut oksigen di dalam darah, yang juga merupakan komponen pembentuk sel darah merah.
Namun, setelah usia enam bulan, ASI saja tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan zat besi bayi dan cadangan zat besi juga sudah berkurang. Oleh sebab itu, anak membutuhkan suplemen zat besi.
Menurut Dr.dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K), suplemen zat besi dapat diberikan pada bayi ASI eksklusif sejak usia empat bulan hingga dua tahun. Usia ini dinilai sebagai masa emas dalam proses perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Oleh sebab itu, orang tua disarankan selalu mencukupi kebutuhan nutrisi anak.
"Dalam ASI, zat besinya itu tidak mencukupi untuk kebutuhan bayi maka kita memberikan suplementasi mulai usia empat bulan sampai dua tahun kepada anak yang ASI eksklusif," kata Ariani saat live Instagram bersama Akurat.co, Senin, (2/8/2021).
Pada dasarnya, zat besi tak hanya berasal dari ASI, tapi juga makanan lain. Misalnya, anak usia enam bulan yang sudah mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bisa mendapatkan zat besi dari hati ayam, daging merah dan sayuran hijau.
Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa zat besi dari makanan dinilai tidak cukup sehingga dibutuhkan suplemen. Melansir dari situs idai.or.id, anak empat bulan hingga dua tahun dengan berat badan normal harus mendapatkan zat besi 11 mg/hari atau maksimal 15 mg/hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini, IDAI merekomendasikan suplemen zat besi. Namun, Mom harus ingat bahwa pemberian suplemen zat besi pada bayi harus berdasarkan resep dari dokter anak.
Lalu bagaimana dengan anak dua tahun ke atas?
Sementara anak dua tahun ke atas, yang mengonsumsi makanan bervariasi, bernutrisi dan seimbang, jarang memerlukan suplemen. Anak usia satu hingga tiga tahun diketahui hanya membutuhkan asupan zat besi 7 mg/hari.
"Kita lihat juga asupan makanan hariannya. Kalau asupan makanannya cukup, belum tentu dibutuhkan tambahan suplemen," tegasnya.
Namun, pada usia pre school ini anak memang sudah mulai banyak beraktivitas. Bahkan anak sering bermain keluar rumah dengan bertelanjang kaki. Kondisi ini bisa meyebabkan anak menjadi cacingan. Sementara, cacingan bisa menjadi faktor risiko anak terkena anemia. Apabila kondisinya anak memang mengalami anemia, maka orang tua memang perlu memberikan suplemen zat besi.
Intinya, pemberian suplemen zat besi pada anak dua tahun harus melalui pemeriksaan. Pada saat hasil pemeriksaan anak menunjukkan kekurangan zat besi, maka dokter akan memberikan suplemen.
"Kalau dokter pada saat periksaan biasanya diselipkan pemeriksaan profil zat besi. Apalagi jika anaknya pucat," ucapnya.
"Tapi, tanpa anaknya pucat pun bisa kekurangan zat besi. Karena itu dilakukan pemeriksaan, dan diketahui kekurangan zat besi maka ditambahkan suplemen," jelasnya.
Terakhir, Ariani menegaskan bahwa suplemen zat besi pada anak dua tahun setengah tahun hanya diberikan pada saat anak terbukti kekurangan zat besi lewat hasil pemeriksaan.
"Tidak umum kita menambahkan (suplemen zat besi) secara blind. Bind itu artinya tidak ada faktor risiko, tidak ada pemeriksan, lalu kita tambahkan pada umur 2,5 tahun. Itu tidak umum," tukasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas
- 10KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Cari Bukti Baru Kasus ATR/BPN




