Tanggal 20 November Hari Anak Sedunia 2025, Apakah Libur Sekolah?

AKURAT.CO Banyak orang bertanya tanggal 20 November memperingati hari apa. Tanggal tersebut adalah Hari Anak Sedunia 2025, sebuah momentum global untuk mendorong perlindungan dan kesejahteraan anak.
Lalu, apakah 20 November 2025 libur sekolah?
Apa yang Diperingati pada 20 November 2025?
Dikutip dari berbagai sumber, setiap tanggal 20 November, dunia memperingati Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day.
Peringatan ini pertama kali ditetapkan oleh UNICEF untuk mengingat adopsi Deklarasi Hak Anak (1959) dan Konvensi Hak Anak (1989) yang menjadi landasan perlindungan anak secara internasional.
Baca Juga: Rayakan Hari Anak Perempuan Internasional 2025, Ini Ide Caption untuk Media Sosial
Pada 20 November 2025, tema peringatannya biasanya kembali menyoroti isu:
- hak pendidikan anak,
- perlindungan dari kekerasan,
- kesehatan fisik dan mental,
- lingkungan belajar yang aman,
- serta kesetaraan akses terhadap layanan dasar.
Indonesia juga ikut memperingatinya melalui kampanye edukasi di sekolah, kegiatan komunitas, hingga kampanye perlindungan anak.
Apakah Tanggal 20 November 2025 Libur Sekolah?
Jawabannya adalah tidak libur sekolah.
Meskipun menjadi momen penting secara global, Hari Anak Sedunia bukan hari libur nasional di Indonesia. Artinya:
- kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa,
- sekolah dapat mengadakan kegiatan tematik seperti kampanye hak anak, lomba, penyuluhan, atau diskusi edukatif,
- tidak ada ketentuan resmi dari pemerintah yang menetapkan 20 November sebagai tanggal merah.
Libur sekolah tetap mengikuti kalender pendidikan masing-masing provinsi, yang umumnya baru dimulai pada libur semester ganjil di akhir Desember.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2025: Lindungi Anak dari Dengue, Anak Hebat Menuju Indonesia Emas
Makna Hari Anak Sedunia bagi Sekolah dan Keluarga
Walau tidak menjadi hari libur, 20 November memiliki makna penting bagi dunia pendidikan. Momen ini bisa digunakan untuk:
1. Edukasi Hak Anak
Guru dan orang tua dapat mengajak anak memahami hak-hak dasar seperti:
- hak memperoleh pendidikan,
- hak mendapat perlindungan,
- hak menikmati lingkungan aman.
2. Menguatkan Komunikasi Orang Tua–Anak
Momentum ini sering digunakan untuk meningkatkan kedekatan keluarga melalui kegiatan bersama di sekolah atau rumah.
3. Membangun Kesadaran Anti-Kekerasan pada Anak
Banyak sekolah mengadakan kampanye anti-bullying, literasi digital aman, dan perlindungan anak di lingkungan sekolah.
4. Mendorong Lingkungan Belajar yang Lebih Ramah Anak
Kegiatan Hari Anak Sedunia dapat menjadi pengingat bagi sekolah untuk menciptakan suasana kelas yang inklusif dan mendukung perkembangan karakter anak.
Tanggal 20 November memperingati Hari Anak Sedunia 2025, sebuah momen global untuk mengingat pentingnya perlindungan hak-hak anak.
Meskipun menjadi hari penting, 20 November 2025 bukan libur sekolah karena tidak tercantum sebagai hari libur nasional dalam SKB 3 Menteri.
Sekolah tetap beraktivitas seperti biasa, namun bisa mengisi hari tersebut dengan kegiatan positif yang mendukung kesejahteraan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









