Bahaya Mencium Bayi Setelah Merokok, Orang Tua Perlu Waspada

AKURAT.CO - Salah satu cara orang tua menunjukkan kasih sayang mereka kepada bayi mereka adalah dengan menciumnya.
Namun, orang tua yang merokok harus mewaspadai bahaya mencium bayi setelah mereka merokok.
Paparan asap rokok membuat bayi lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, dan sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah saat mereka masih kecil.
Saat Papa menghisap rokok, asap rokok masih bisa menempel di pakaian dan benda-benda di sekitar si Kecil. Kesehatan bayi diancam oleh sisa rokok.
Berikut adalah rangkuman informasi penting yang harus diketahui oleh mama dan papa tentang risiko mencium bayi setelah merokok. Yuk, simak sampai akhir!
Baca Juga: Patut Ditiru, Negara Ini Akan Ikuti Jejak Selandia Baru Melarang Anak Muda Merokok Seumur Hidup
- Bayi yang Dicium Akan Menjadi Perokok Tangan Ketiga
Bayi dapat menjadi perokok tangan ketiga (juga disebut sebagai third hand smoker) karena bahaya mencium rokok setelahnya.
Dikutip dari situs web Healthy Children, perokok tangan ketiga adalah individu yang menghirup sampah rokok setelah sebatang rokok padam.Ketika asap rokok di ruangan tidak terlihat atau tercium, beberapa orang mungkin menganggap situasi itu aman.
Tetapi asap rokok dapat meninggalkan bekas di permukaan seperti pakaian, kulit, lantai, furnitur, mainan, atau dinding rumah.
Itulah mengapa mencium bayi setelah merokok bisa membahayakan kesehatan anak apabila papa tidak memperhatikan adanya residu rokok yang mungkin tertinggal di pakaian, kulit, atau bahkan di mulut.
- Sisa Kandungan Rokok yang Berbahaya Bisa Memicu Infeksi Pernafasan
Semua orang tahu bahwa mencium bayi setelah merokok dapat berbahaya karena asap dan residu rokok. Bayi dapat mengalami infeksi pernapasan dan penyakit seperti asma atau ISPA jika menghirup sisa rokok seperti nikotin, tar, dan zat beracun lainnya.
Organ paru-paru bayi tentunya lebih kecil daripada orang dewasa. Selain itu, sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang dan saluran udara dalam sistem pernapasannya belum optimal.
Akibatnya, bayi yang dicium oleh orang yang merokok sangat mungkin mengalami infeksi pernapasan.
Balita yang perokok pasif dan perokok tangan ketiga bahkan lebih sering mengalami batuk dan pilek berulang.
Baca Juga: Bolehkah Merokok Di Dalam Masjid?
- Bayi Bisa Mengalami SIDS atau Kematian Mendadak
Bayi yang tampaknya sehat dapat mengalami kematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) jika mereka mencium orang yang merokok.
Sindrom ini lebih sering terjadi pada bayi yang sehat yang belum berusia satu tahun.
Menurut situs Healthline, paparan asap rokok menjadi salah satu penyebab terbesar kematian bayi mendadak.
Jika anak sejak lahir terpapar residu rokok dari lingkungan sekitarnya, SIDS dapat semakin mengancam.
- Resiko Tertular Penyakit Pneumonia
Sebagian besar orang tua yang merokok menunjukkan gejala pneumonia. Bayi yang sering mencium sisa asap rokok dari pakaian atau tubuh orangtuanya juga sangat mungkin menderita penyakit ini. Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus.
Balita yang terkena pneumonia paling sering menunjukkan gejala, seperti sesak napas, demam, atau masalah dengan pengambilan oksigen dari paru-paru.
Paparan polusi udara dan asap rokok juga dapat mengancam si Kecil dengan penyakit pneumonia. Untuk alasan ini, sang buah hati harus benar-benar dilindungi dari berbagai jenis asap.
- Bayi Bisa Terancam Penyakit Kronis
Efek jangka panjang jika bayi sering dicium oleh papa setelah merokok atau terpapar sisa asap rokok di sekitarnya, itu dapat meningkatkan risiko serangan penyakit jantung dan kanker.
Anak-anak dapat menghirup sisa rokok, yang dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan sel.
Asap rokok yang tersisa sebenarnya dapat mempengaruhi semua anggota keluarga dari segala usia, tidak hanya bayi.
Dalam sebuah penelitian, anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang merokok juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkan kebiasaan merokok juga.
Setelah mengetahui tentang bahaya mencium bayi setelah merokok, beberapa papa mungkin bertanya, apakah orang yang merokok dapat mencium bayi mereka?
Baca Juga: Anda Perokok? Organ Tubuh Ini Bakal Cepat Tua Akibat Merokok
Seharusnya Papa merokok karena pentingnya menjaga kesehatan anak dan orang tersayang yang tinggal di rumah. Sayangnya, berhenti dari kebiasaan buruk ini tidak mudah segera dilakukan.
Sebenarnya, orang tua yang merokok masih dapat mencium bayinya, asalkan mereka memperhatikan beberapa hal agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar bagi kesehatannya.
Usahakan untuk menghindari merokok di luar rumah atau jauh dari tempat bayi berada.
Sebaiknya Papa cuci tangannya dengan sabun sebelum masuk ke rumah jika dia telah merokok atau terpapar asap rokok.
Setelah itu, segera mandi dan berganti pakaian supaya asap rokok tidak menempel di rumah.
Ini adalah beberapa risiko yang harus diketahui oleh mama dan papa jika mereka mencium bayi setelah merokok.
Coba biasakan diri secara bertahap untuk berhenti merokok untuk orang-orang yang Anda sayangi di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








