Apa itu 'Inner Child' dan Ketahui Penyebabnya!

AKURAT.CO, Baru-baru ini sedang muncul istilah inner child yang ternyata banyak masyarakat masih salah mengartikan. Inner child itu pasti ada dalam setiap diri seseorang, lalu gimana sih cara memahami dan menyikapi inner child? Yuk simak penjelasan ini ya Sobat!
Menurut AshefaNews, Inner Child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecilnya, baik itu sisi positif maupun negatif. Inner child digambarkan sebagai bagian dari diri seseorang yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak, yang artinya bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri seseorang, serta menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah seseorang alami saat masih kecil, baik itu kenangan yang indah maupun yang buruk.
Akan tetapi, inner child ini seringkali menyerap setiap energi negatif, baik berupa perilaku maupun ucapan dari orang yang memperlakukan Sobat di masa lalunya. Maka dari itu, saat inner child terluka, hal ini akan mempengaruhi sobat-sobat pada masa dewasa dalam mengambil keputusan dan menjalani hubungan dengan orang lain.
Faktor-faktor yang membentuk inner child itu sendiri bisa berasal dari pola asuh orang tua atau lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan.
Jadi, seberapa pentingnya sih sobat memahami inner child? Tentu penting, agar sobat dapat mengelola atau menyikapi inner child dengan baik dan menjadi pribadi yang tidak mudah insecure, takut berlebihan ataupun merasa lebih sensitif atau baperan.
Apa Penyebab Inner Child Terluka?
Dikutip dari Psychology Today, bahwa inner child yang terluka muncul ketika seorang anak baik itu secara emosional dan mentalnya terluka akibat masa lalunya yang buruk, seperti pola asuh orang tua yang buruk baik dari perilaku maupun perkataan orang tua yang menyakiti fisik dan perasaannya sehingga luka di dalam batinnya belum sembuh.
Ketika seorang anak itu tumbuh dewasa, mereka akan tetap merasakan dan membawa luka batin yang belum sembuh. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami kejadian traumatis hingga gangguan mental kemungkinan besar memiliki inner child yang terluka.
Berikut ini beberapa penyebab inner child dapat terluka:
Pola Asuh Orang Tua
Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi terbentuknya inner child sobat-sobat lho, bisa karena didikan orang tua yang terlalu keras atau terlalu mengabaikan perkembangan maupun kehadiran Sobat di masa kecil, membuat Sobat takut untuk mengambil suatu keputusan yang penting dan merasa tidak percaya diri atau sering merasa insecure.
Adapun orang tua yang tidak mau menerima pendapat atau sering melarang Sobat melakukan hal yang diinginkan di masa kecil, sehingga Sobat menjadi takut untuk menyuarakan isi hati maupun merasa takut berlebihan untuk keluar dari zona nyaman dan saat terjadi perubahan dalam hidup Sobat. Hal ini yang menyebabkan inner child sobat-sobat terluka dan bisa berdampak ke masa dewasa atau sekarang ini.
Lingkungan Sekolah
Siapa yang masa sekolahnya sering dimarahi oleh guru? Pasti hampir semua orang ya. Ternyata lingkungan sekolah juga dapat membentuk inner child juga lho.
Tidak dipungkiri ya kalau guru-guru yang killer itu bisa membuat mental siswa menjadi terganggu sehingga dapat menyebabkan inner child orang tersebut terluka. Sudah banyak kasus anak yang tidak ingin masuk sekolah karena takut sama guru yang setiap mengajar selalu mengomeli dan memberi hukuman.
Namun hal ini ada sisi positif dan sisi negatifnya, sisi positifnya adalah anak tersebut menjadi disiplin, teliti dan taat dengan aturan yang ada di kehidupannya. Sedangkan, sisi negatifnya adalah anak tersebut merasa takut berlebihan ketika melakukan kesalahan kecil dan setiap mengerjakan pekerjaan selalu ingin sempurna atau perfeksionis. Hal ini juga dapat menyebabkan, ketidakpercayaan terhadap kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut.
Lingkungan Pertemanan
Lingkungan pertemanan yang sehat dan buruk bisa membentuk inner child lho. Terlebih jika lingkungan pertemannya sangat buruk dapat melukai inner child.
Salah satunya seperti terjadinya kekerasan fisik, emosional atau perundungan yang dilakukan oleh teman-teman sobat di masa kecil, Dengan kejadian seperti ini akan membuat sobat menjadi trauma untuk dekat dengan orang lain dan memilih untuk mengurung diri dari banyak orang.
Adapun karena Sobat semasa kecilnya tidak begitu memiliki banyak teman di lingkungan rumah maupun sekolah, sehingga membuat sobat menjadi takut untuk mencoba berkenalan dengan orang asing, menjadi pemalu dan bahkan menutup diri.
Sedangkan yang dilansirkan dari BetterHelp, bahwa terdapat beberapa peristiwa yang bisa menyebabkan inner child seseorang terluka, di antaranya:
- Kehilangan orang tua
- Pernah dilecehkan secara fisik
- Pernah diabaikan secara emosional
- Pernah mengalami pelecehan seksual
- Sakit parah
- Pernah ditindas
- Pernah mengalami bencana alam
- Pernah mengalami perpisahan dalam keluarga
- Pernah mengalami penyalahgunaan zat dalam rumah tangga
- Terdapat anggota keluarga yang mempunyai gangguan mental
- Pernah menjadi pengungsi
- Merasa terisolasi atau dijauhkan dari keluarga
Mengenal Tanda-Tanda Inner Child Terluka
Sudah diketahui bahwa inner child merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membentuk karakter seseorang selama hidupnya. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda, beberapa diantaranya kemungkinan harus dilewati dengan luka dan penuh perjuangan. Biasanya sisa luka masa kecil tersebut bisa membentuk karakter negatif dan terus melekat di diri seseorang.
Secara umum, ada beberapa ciri yang bisa menjadi tanda inner child sobat masih atau sedang terluka lho, di antaranya berikut ini:
- Memiliki rasa percaya diri yang rendah (insecure)
- Cenderung ingin membahagiakan semua orang dan sulit membuat batasan
- Sulit untuk menolak permintaan dari seseorang
- Sering merasa bersalah dan selalu berusaha menjadi yang terdepan dan terbaik
- Menunjukan sikap perfeksionis
- Selalu mengkritik diri sendiri dan sering merasa malu
- Menaruh curiga pada orang lain, tetapi merasa takut jika ditinggalkan
- Selalu berusaha menghindari konflik dan perubahan dalam kehidupan
- Sering kali merasa cemas atau takut berlebihan jika dihadapkan dengan sesuatu yang baru
- Sering kesulitan dalam menunjukan perasaan dan memulai percakapan dengan orang lain
- Sering kali merasa takut berlebihan akan suatu kegagalan.
- Sulit untuk keluar dari zona nyaman
Nah dari sekian banyak penyebab dan tanda-tanda kalau inner child sobat terluka, apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, perilaku destruktif atau tindakan untuk menyakiti diri sendiri akan terjadi dan bahkan dapat menghancurkan masa depan sobat-sobat sekalian. Dampak perilaku yang akan terjadi dari terluka nya inner child tersebut, sebagai berikut:
- Mudah menyakiti dan melukai diri sendiri
- Memiliki perilaku pasif-agresif ketika marah atau kecewa, dan cenderung dipendam
- Punya sikap kasar yang mengarah kepada kekerasan.
Gimana sobat, bahaya banget ya dampak dari terlukanya inner child seseorang ini. Lalu, apakah luka-luka masa kecil tersebut dapat disembuhkan atau dikelola maupun disikapi dengan baik?
Diketahui bahwa inner child seseorang ini tidak dapat disembuhkan, namun sobat-sobat sekalian bisa mengendalikan dan merespon secara baik dari luka-luka inner child yang sewaktu-waktu bisa keluar.
Sebuah penelitian menyampaikan, dengan menuliskan tentang rasa sakit yang dulu dialami sewaktu kecil atau juga dengan berbicara pada diri kita sendiri melalui cermin, bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan luka inner child kita lho sobat. Dengan cara begitu, dapat membantu menyembuhkan emosi negatif yang mungkin kita rasakan.
Terdapat juga 3 cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan dan menyikapi inner child yang terluka ini menurut Psikolog Ikhsan, antara lain:
- Temukan dan salurkan emosi yang selama ini kita pendam. Ketika sudah mengetahui penyebabnya, salurkan emosi tersebut ke hal yang bermanfaat. Seperti menulis atau meditasi untuk meredakan emosi negatif
- Kenali kebutuhan-kebutuhan batin yang belum terpenuhi. Misalnya, saat sobat tidak mendapatkan kasih sayang atau pengabaian orang tua, sobat dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan berkonsultasi dengan psikolog
- Mencoba untuk memperhatikan diri kita dengan melakukan self-care
Penelitian yang dilansirkan oleh Psychology Today juga mengatakan bahwa ketika tubuh menahan rasa sakit emosional atau fisik, atau bahkan ketika kita mencoba mengabaikan rasa sakit itu, hal tersebut akan tetap ada dan tidak pernah hilang.
Gimana nih sobat? apa penjelasan di atas ada yang berhubungan dengan masa lalu atau kepribadian sobat saat ini? Yuk mulai sekarang untuk mengenal diri sendiri lebih jauh agar sobat bisa dapat ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan ini. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





