Apakah Kontrasepsi Sebabkan Masalah Kesuburan? Ini Penjelasan Ahli
AKURAT.CO, Bisakah birth control atau kontrasepsi menyebabkan masalah kesuburan? Tentu saja tidak. Penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kelahiran tidak menyebabkan kemandulan.
Sayangnya, masih banyak orang yang percaya tentang mitos mitos seputar pengendalian kelahiran dapat menyebabkan infertilitas.
Beberapa wanita dapat mengalami penundaan tertentu dalam memulai kembali ovulasi dan menstruasi, setelah penggunaan alat kontrasepsi yang berkelanjutan.
Melansir Very Well Family, siklus menstruasi akan kembali dalam waktu sekitar tiga bulan setelah menghentikan sebagian besar bentuk kontrasepsi hormonal.
Meskipun demikian, tergantung pada kontrasepsi yang digunakan dan kondisi masing-masing orang.
Karena penundaan ini, tampaknya beberapa orang menganggap pengendalian kelahiran berdampak buruk pada kesuburan.
Ya, mungkin ada penundaan kesuburan jangka pendek, dua sampai enam bulan, setelah seseorang berhenti menggunakan kontrasepsi oral.
Cincin, patch, IUD, dan implan juga dapat mengalami penundaan selama dua hingga empat bulan sebelum kesuburan kembali setelah berhenti menggunakannya.
“Hormon dalam pil hanya tinggal di tubuh untuk waktu yang singkat, itulah sebabnya kamu perlu meminumnya setiap hari agar pil itu efektif. Jadi begitu berhenti, kamu harus kembali ke siklus normal, dan kemampuan untuk hamil, dalam beberapa bulan,” kata Dr. Tiffany Bersani, OB-GYN bersertifikat, dikutip AKURAT.CO dari Beaufort Memorial, Rabu (27/4/2022).
Namun, kondisi ini agak sedikit berbeda jika kamu menggunakan suntikan KB. Mungkin ada penundaan kesuburan yang lebih lama dengan suntikan KB.
Menurut Food and Drug Administration, dibutuhkan rata-rata 10 bulan untuk hamil setelah suntikan terakhir. Tetapi waktu sampai pembuahan dapat memakan waktu hingga 31 bulan atau lebih dari dua setengah tahun.
"Satu pengecualian adalah suntikan KB," ujarnya.
Menunggu lama bukanlah hal yang biasa, oleh sebab itu, penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan tentang pilihan kontrasepsi jika kamu berencana untuk hamil.
“Pastikan untuk memberi tahu penyedia tentang rencana untuk memulai sebuah keluarga sehingga kamu dapat mencari alternatif lain untuk pengendalian kelahiran sebelumnya,” kata Dr. Bersani.
Lebih lanjut, Dr. Bersani menegaskan bahwa ada banyak hal yang memengaruhi kesuburan, dan bukan hanya alat kontrasepsi saja.
Pada beberapa wanita, faktor genetik dan gaya hidup dapat memengaruhi kemampuan untuk hamil.
“Misalnya, jika kamu berhenti minum pil setelah beberapa tahun dan merasa sulit untuk hamil, kemungkinan besar itu terkait dengan usia dan bukan tahun penggunaan kontrasepsi ,” katanya.
“Ketika datang untuk hamil, semakin kamu tahu tentang riwayat kesehatan keluarga , semakin baik,” kata Dr. Bersani.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





