Akurat

Mengenal Penyebab Bayi Cegukan dan Cara Menghentikannya

| 10 April 2022, 18:37 WIB
Mengenal Penyebab Bayi Cegukan dan Cara Menghentikannya

AKURAT.CO Cegukan adalah salah satu kebiasaan pertama pada bayi sejak kelahirannya. Cegukan pada bayi baru lahir disebabkan oleh kejang refleksif otot diafragma yang membentuk dasar tulang rusuk dan membantu pernapasan.

Terkadang, otot itu mulai kejang atau kram. Itu menyebabkan pita suara menutup rapat, menciptakan suara yang khas itu. 

Pada saat Si Kecil cegukan, Bunda tidak perlu khawatir sebab itu sepenuhnya normal. Sebagian besar bayi baru lahir memang cukup sering cegukan, yang bisa menjadi tanda bahwa bayi sehat dan berkembang dengan baik.

"Cegukan bayi sangat umum, dan biasanya tidak menjadi masalah, ”kata dokter anak Kylie Liermann, DO, dikutip AKURAT.CO, Minggu (10/4/2022). 

Ada beberapa kondisi mendasar yang mungkin menjadi pemicu cegukan pada bayi. Di dalam rahim, cegukan muncul ketika janin menghirup  terlalu banyak cairan ketuban, melepaskannya kembali, layaknya seseorang menghirup dan mengembuskan udara.

Tetapi setelah lahir, kemungkinan besar disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari makan terlalu banyak, menelan udara, alergi, refluks gastroesofageal (GERD), asma, hingga perubahan suhu. 

“Kami tidak tahu persis mengapa, tetapi cegukan mungkin disebabkan oleh peningkatan gas di perut,” kata Dr. Liermann.

“Jika bayi makan berlebihan atau menelan udara saat makan, itu bisa menyebabkan perut mengembang dan bergesekan dengan diafragma, menghasilkan cegukan itu," jelasnya. 

Cegukan bayi dapat terjadi selama lebih dari sepuluh menit setiap kali. Apabila bayi tidak memiliki gejala refluks, asma atau alergi, jangan panik atau stres.

Namun, jika merasa itu mengganggu bayi ada beberapa cara untuk membantunya. 

Ubah posisi menyusui

"Cobalah menyusui Si Kecil dalam posisi yang lebih tegak, saran Dr. Liermann.

Bayi mungkin mulai cegukan saat menyusu karena memiliki kelebihan gas di perut.  Jadi, cobalah untuk menyangga posisi kepalanya dengan bantal sehingga Si Kecil tidak berbaring rata. Ini akan menyebabkan Si Kecil menghirup lebih sedikit udara pada waktu makan.

Selain itu, jika bayi selalu cegukan saat menyusu, Bunda mungkin menyusuinya terlalu cepat. Memperlambat dapat menurunkan kemungkinan bayi cegukan.

Bersendawa

Menopangnya tegak dan menepuk punggungnya dengan lembut dapat membantu.

“Sendawa biasanya membantu mengatasi cegukan,” kata Dr. Liermann.

Sendawakan bayi selama menyusui untuk mencegah cegukan menyerang. Cobalah untuk membuat Si Kecil bersendawa sebelum berganti posisi. Jika Kecil sudah cegukan, Bunda bisa mencoba meredakannya dengan tepukan lembut di punggung.

Manfaatkan dot

 Saat bayi mulai cegukan, Bunda bisa memberinya dot untuk dihisap yang akan membuat diafragma rileks dan berhenti mengejan berlebihan.

Gerakan mengisap dapat membantu mengendurkan diafragma,” jelas Dr. Liermann.

Lebih lanjut, Dr. Liermann berpesan untuk tidak khawatir saat Si Kecil cegukan. Pasalnya, cegukan akan berhenti dengan sendirinya dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Bahkan bayi sering kali menemukan cegukan sebagai sumber kegembiraan atau hiburan pada suara yang keluar dari tubuhnya. Namun, beri tahu dokter jika itu berlanjut selama berjam-jam atau berhari-hari.

"Jadi jangan merasa Bunda perlu melakukan sesuatu yang khusus untuk mereka, ”katanya.

Adapun cegukan pada bayi secara alami akan berkurang seiring perkembangan sistem organnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.