Mengenal Prosedur Frozen Embryo Transfer, Program Hamil Anak Kedua Asmirandah

AKURAT.CO, Kabar bahagia datang dari pasangan Asmirandah Zantman dan Jonas Rivanno. Kepada Rio Motret, Asmirandah mengaku berencana untuk mulai program hamil anak kedua.
Untuk program hamil kedua ini, Asmirandah memilih program Frozen Embryo Transfer (FET).
Frozen Embryo Transfer (FET) adalah jenis perawatan in vitro fertilisation (IVF) alias bayi tabung dimana embrio yang telah dibekukan dan disimpan (embrio kriopreservasi ) dalam siklus IVF dicairkan dan dipindahkan ke rahim.
FET biasanya menggunakan embrio ekstra yang dimiliki pasangan dari siklus IVF konvensional sebelumnya.
Hal ini berarti kamu tidak perlu menjalani siklus stimulasi hormon dan pengumpulan sel telur lagi, seperti prosedur IVF awal.
Selain menghemat waktu, prosedur ini juga dapat menghindari stres fisik dan emosional yang kerap terjadi saat menjalani program IVF.
Prosedur FET
Melansir Very Well Family, ada dua jenis siklus FE, yaitu hormonal dan alami. Ada pun siklus yang paling umum dilakukan adalah dengan dukungan hormon.
Siklus hormonal dimulai pada akhir siklus menstruasi sebelumnya, seperti siklus IVF konvensional.
Berikut AKURAT. CO uraikan tahapannya :
- Setelah mendapatkan menstruasi, dilakukan USG dasar dan pemeriksaan darah.
- Jika semuanya terlihat baik, suplementasi estrogen dimulai untuk membantu memastikan lapisan endometrium yang sehat.
- Suplementasi estrogen dilanjutkan selama sekitar dua minggu, kemudian dilakukan USG dan beberapa tes darah.
- Setelah kira-kira dua minggu dukungan estrogen, dukungan progesteron ditambahkan.
Pemindahan embrio dijadwalkan berdasarkan kapan suplementasi progesteron dimulai dan pada tahap apa embrio dikriopreservasi.
Sementara dengan siklus alami, tidak ada penggunaan obat untuk mengontrol ovulasi.
Sebaliknya, transfer embrio dijadwalkan berdasarkan kapan ovulasi terjadi secara alami. Waktu transfer embrio sangat penting. Itu harus terjadi beberapa hari setelah ovulasi.
Pengaturan waktu sangat penting. Oleh sebab itu, siklus ini harus dipantau secara ketat.
Kamu bisa melakukannya di rumah dengan tes prediksi ovulasi.
Namun, kamu disarankan untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit dengan USG dan tes darah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Pada saat ovulasi terdeteksi, suplementasi progesteron dimulai, dan tanggal transfer dijadwalkan.
Adapun siklus FET memiliki risiko yang jauh lebih sedikit daripada siklus IVF penuh. Salah satu risiko utama menggunakan IVF (dan obat kesuburan) adalah sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS).
Namun, kamu tidak perlu khawatir tentang OHSS dalam siklus FET karena obat perangsang ovarium tidak digunakan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



