Tips Memilih Asuransi Mobil yang Tepat: Panduan Lengkap untuk Mobil Bensin & Listrik

AKURAT.CO Banyak orang sudah memiliki kendaraan, tapi belum memahami cara memilih asuransi mobil yang benar. Akibatnya, saat risiko terjadi—klaim justru gagal atau tidak sesuai harapan.
Padahal, jenis kendaraan kini semakin beragam, mulai dari mobil bensin hingga listrik. Perbedaan ini membuat kebutuhan perlindungan juga tidak bisa disamaratakan.
Ringkasan
Asuransi mobil adalah perlindungan finansial untuk menanggung risiko kerusakan, kehilangan, atau tanggung jawab hukum akibat penggunaan kendaraan.
Cara memilih yang tepat:
Pilih jenis: TLO atau all risk
Sesuaikan dengan jenis kendaraan
Tambahkan perlindungan sesuai risiko (banjir, dll)
Jangan hanya tergiur premi murah
Pahami isi polis secara menyeluruh
Apa Perbedaan Risiko Mobil Bensin vs Mobil Listrik?
Perbedaan jenis kendaraan berdampak langsung pada risiko.
Mobil bensin: risiko utama di mesin dan chassis
Mobil listrik: risiko terbesar ada pada baterai
👉 Insight penting:
Kerusakan baterai mobil listrik bisa jauh lebih mahal dibanding kerusakan mesin mobil konvensional.
Hal ini juga ditegaskan oleh praktisi industri asuransi. Suhandi Sumantri, Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia, menjelaskan:
“Setiap jenis kendaraan memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Untuk kendaraan konvensional risiko terbesar ada di mesin dan chasis, sedangkan kendaraan listrik memiliki risiko utama pada baterai," ujar Suhandi melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Rabu, 29 April 2026.
Apa Itu Asuransi TLO dan All Risk?
Secara umum, ada dua jenis utama asuransi mobil:
1. Total Loss Only (TLO)
Menanggung:
Kerusakan ≥ 75%
Kehilangan akibat pencurian
2. All Risk (Komprehensif)
Menanggung:
Kerusakan ringan hingga berat
Kecelakaan
Kebakaran
Pencurian
Suhandi menegaskan bahwa cakupan keduanya sangat berbeda:
“Asuransi komprehensif menawarkan perlindungan yang lebih luas, termasuk kerusakan sebagian akibat tabrakan, benturan, hingga risiko lainnya seperti kebakaran dan pencurian.”
👉 Insight:
Banyak orang memilih TLO karena murah, tanpa sadar bahwa kerusakan kecil justru paling sering terjadi di jalan.
Bagaimana Cara Memilih Asuransi Mobil yang Tepat?
Pemilihan asuransi harus disesuaikan dengan profil pengguna.
Suhandi menjelaskan:
“Pemilihan jenis perlindungan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, intensitas penggunaan, dan kondisi finansial.”
Artinya:
Mobil harian → butuh proteksi luas
Mobil jarang dipakai → bisa pertimbangkan TLO
Mobil listrik → pastikan perlindungan baterai jelas
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Pemda Diminta Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
Baca Juga: Kementerian ESDM Uji B50 di Sektor Otomotif, Performa Kendaraan Tetap Stabil
Kenapa Premi Murah Bisa Jadi Jebakan?
Premi murah sering menjadi daya tarik utama. Tapi ini bisa menyesatkan.
👉 Realita di lapangan:
Banyak risiko tidak ditanggung
Limit perlindungan kecil
Klaim sering bermasalah
Suhandi mengingatkan bahwa:
“Perusahaan asuransi hanya akan memproses klaim yang mengacu pada polis yang telah disepakati, bukan berdasarkan informasi dari agen atau sumber lain.”
👉 Insight penting:
Masalah klaim bukan pada perusahaan, tapi pada ketidaksesuaian ekspektasi dengan isi polis.
Apa Saja Manfaat Tambahan yang Penting?
Selain perlindungan utama, ada manfaat tambahan (rider):
Banjir
Huru-hara & terorisme
Gempa bumi
Kecelakaan diri
Tanggung jawab hukum pihak ketiga
👉 Insight baru:
Di Indonesia, risiko banjir bukan tambahan—melainkan kebutuhan utama di banyak wilayah.
Insight: Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Ada pola yang berulang:
Fokus harga, bukan perlindungan
Tidak membaca polis
Mengandalkan penjelasan agen
👉 Paradoks:
Orang membeli mobil mahal, tapi tidak serius dalam melindunginya.
👉 Sudut pandang baru:
Asuransi bukan soal “hemat”, tapi soal menghindari kerugian besar yang tidak terduga.
Baca Juga: Penjualan Melejit! Ini 9 Rekomendasi Mobil Listrik Irit dan Nyaman untuk Keluarga
Baca Juga: Regulasi Terbaru Pajak Mobil dan Motor Listrik: Biaya, Insentif, dan Strategi Hemat
Simulasi Nyata
Kasus 1: Mobil Listrik Kena Banjir
Tidak mengambil rider banjir
Baterai rusak
Klaim ditolak
Kerugian: sangat besar
Kasus 2: Mobil Lecet (TLO)
Hanya punya TLO
Lecet ringan
Hasil: tidak bisa klaim
👉 Insight:
Masalah utama bukan produk, tapi ketidaktepatan memilih skema perlindungan.
Implikasi: Kenapa Ini Penting?
Tren mobil listrik meningkat
Risiko lingkungan makin kompleks
Biaya perbaikan semakin mahal
👉 Dampak:
Kesalahan memilih asuransi bisa menjadi beban finansial besar, terutama bagi generasi muda yang baru memiliki kendaraan.
Penutup
Memilih asuransi mobil bukan sekadar formalitas, tapi keputusan strategis.
Yang perlu diingat:
Risiko setiap kendaraan berbeda
Tidak ada asuransi “terbaik”, yang ada “paling sesuai”
Pemahaman polis adalah kunci utama
👉 Pertanyaan penting:
Apakah perlindungan Anda sudah sesuai dengan risiko nyata di jalan?
Pantau terus perkembangan tren asuransi kendaraan agar Anda tidak salah langkah di masa depan.
Baca Juga: Jumlah Mobil Listrik Meroket, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
FAQ
1. Apa itu asuransi mobil TLO?
Asuransi TLO adalah perlindungan yang hanya menanggung kerusakan total atau kehilangan kendaraan, biasanya jika kerusakan mencapai 75% dari nilai kendaraan.
2. Apakah mobil listrik perlu asuransi khusus?
Mobil listrik tidak selalu membutuhkan polis berbeda, tetapi penting memastikan perlindungan mencakup baterai sebagai komponen utama.
3. Apakah asuransi mobil menanggung banjir?
Tidak semua asuransi menanggung banjir secara otomatis. Biasanya perlu tambahan perlindungan (rider) dalam polis.
4. Kenapa klaim asuransi bisa ditolak?
Klaim ditolak jika kerusakan tidak sesuai dengan polis, ada pelanggaran ketentuan, atau dokumen tidak lengkap.
5. Mana lebih baik, TLO atau all risk?
Tergantung kebutuhan. TLO cocok untuk risiko besar dan budget terbatas, sedangkan all risk cocok untuk perlindungan menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana







