10 Rekomendasi Mobil Listrik Bekas Harga Murah di 2025, Kualitas Masih Bagus!

AKURAT.CO Cek rekomendasi mobil listrik bekas harga murah di tahun 2025, cocok untuk semua kalangan dengan kualitas bagus.
Tren mobil listrik di Indonesia makin meluas, tapi harga barunya masih terasa cukup tinggi bagi sebagian orang dan dianggap mewah.
Kamu perlu mengetahui sejumlah rekomendasi mobil listrik bekas murah, yang kini jauh lebih terjangkau, namun kualitasnya masih bagus di tahun 2025.
Selain ramah lingkungan, banyak pilihan mobil bekas yang kondisinya masih prima dan bisa jadi kendaraan harian yang hemat biaya operasional.
Baca Juga: Asri Welas Pilih Diam Saat Temukan Sisir dan Lipstik di Mobil Mantan Suami
Rekomendasi Mobil Listrik Bekas Harga Murah 2025
Berikut beberapa pilihan mobil listrik bekas dengan harga ramah kantong di tahun 2025:
1. Wuling Air EV
Mobil mungil yang populer ini kini bisa didapat mulai Rp130-150 jutaan untuk unit bekas tahun 2022-2023.
Varian standard punya jarak tempuh sekitar 200 km, sementara versi long range bisa mencapai 300 km.
2. DFSK Seres E1 / E502
Mini EV ini termasuk favorit di kelas murah. Harga bekasnya ada di kisaran Rp140 jutaan. Desain kompak dan efisien, pas buat jalan di area padat.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Mobil untuk Keluarga Pecinta Petualangan
3. BYD Dolphin
Kalau mau mobil listrik dengan jarak tempuh panjang, Dolphin bisa jadi pilihan. Harga bekasnya ditawarkan sekitar Rp310-350 jutaan dengan daya jelajah hingga 405 km.
4. Hyundai Kona Electric
SUV listrik dari Hyundai tahun 2021 ini bisa kamu dapatkan dengan harga bekas mulai Rp299 jutaan. Jarak tempuh mobil ini sekitar 345 km.
5. Hyundai Ioniq 5
Buat yang ingin naik kelas, Ioniq 5 versi bekas dibanderol Rp589-615 jutaan tergantung varian.
Desain futuristik dan fitur canggih menjadikannya mobil listrik premium yang tetap punya nilai jual tinggi.
6. DFSK Gelora E
Gelora E tipe van bisa jadi opsi untuk jadi mobil keluarga. Unit bekasnya ada di kisaran Rp140-150 jutaan, dengan daya jelajah hingga 300 km.
7. Nissan Leaf (Generasi Pertama)
Ini salah satu mobil listrik bekas termurah yang bisa ditemukan mulai harga sekitar Rp50 jutaan. Namun, perlu dicek kondisi baterainya sebelum membeli.
Baca Juga: 7 Mobil Termahal di Dunia, Nomor 5 Dibanderol Rp 500 Miliar ke Atas!
8. Renault Twizy
Desainnya unik dua kursi, cocok untuk gaya hidup urban. Harga bekasnya berkisar Rp60-80 jutaan.
9. Mitsubishi i-MiEV
Mobil mungil ini bisa dibeli mulai Rp55 jutaan. Gesit di jalan sempit, meski perlu diperhatikan soal servis dan daya tahan baterai.
10. Neta V
Mobil listrik mungil berkapasitas lima orang ini dibekali motor bertenaga 70 kW dengan torsi 150 Nm.
Mengandalkan baterai 40,7 kWh, Neta V sanggup menempuh jarak hingga 401 km sekali isi daya. Harga mobil ini ditawarkan sekitar Rp379 juta (OTR).
Tahun 2025 menjadi waktu yang tepat untuk beralih ke mobil listrik bekas harga murah, jika ingin memiliki mobil keluarga.
Selain lebih murah, kamu juga tetap bisa ikut mendukung gaya hidup ramah lingkungan tanpa harus menguras dompet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 8Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR






