Perkembangan Baterai EV: Jarak Tempuh dan Pengisian Lebih Cepat

AKURAT.CO Dalam dunia otomotif yang terus maju, perkembangan baterai EV dengan jarak tempuh lebih jauh dan pengisian cepat menjadi sorotan utama.
Teknologi baterai adalah jantung dari setiap kendaraan listrik (EV) dan inovasi di bidang ini menjanjikan perubahan signifikan dalam pengalaman berkendara.
Sebuah terobosan penting yang patut diperhatikan adalah pengembangan baterai solid-state.
Menurut laporan MG Motor, teknologi baterai solid-state segera meluncur pada tahun ini.
Baca Juga: Prabowo Setujui Proyek Hilirisasi Baterai dari Konsorsium Huayou, Sudah Siap Groundbreaking
Apa Itu Baterai Solid-state dan Mengapa Kehadirannya Begitu Dinanti?
1. Komponen esensial baterai solid-state
Komponen esensial dari baterai mobil listrik adalah baterai itu sendiri, yang berfungsi sebagai sumber energi utama.
Baterai solid-state menjadi inovasi terkini karena mengganti elektrolit cair yang ada pada baterai lithium-ion konvensional dengan elektrolit padat.
Perubahan ini membawa sejumlah keuntungan signifikan. Peningkatan keamanan, penggunaan elektrolit padat menghilangkan risiko kebocoran atau terbakar yang sering dikaitkan dengan elektrolit cair, membuat baterai solid-state lebih aman.
Kepadatan energi lebih tinggi, desain yang lebih ringkas memungkinkan baterai solid-state menyimpan lebih banyak energi dalam volume yang sama, menghasilkan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi.
Masa pakai lebih panjang, struktur padat membantu mengurangi degradasi internal baterai, memperpanjang siklus hidup dan kinerja keseluruhan.
Baca Juga: Jepang Kembangkan Baterai Luar Angkasa yang Bisa Bertahan 100 Tahun
2. Dampak positif pada jarak tempuh dan waktu pengisian
Peluncuran mobil listrik MG yang dilengkapi baterai solid-state pada 2025 diharapkan membawa dampak revolusioner pada perkembangan baterai EV dengan jarak tempuh lebih jauh dan pengisian yang lebih cepat.
MG Motor memprediksi peningkatan jarak tempuh sebesar 30-50 persen untuk kendaraan listrik mereka yang menggunakan baterai solid-state.
Ini berarti mobil listrik dapat menempuh jarak antara 600 hingga 800 kilometer dengan sekali pengisian penuh, jauh melampaui kemampuan baterai lithium-ion saat ini.
Tidak hanya jarak tempuh, waktu pengisian juga akan menjadi lebih singkat. Baterai solid-state memungkinkan pengisian daya 0-80 persen hanya dalam 15 sampai 20 menit.
Ini adalah kabar baik bagi pengguna EV karena akan mengurangi "range anxiety" dan membuat perjalanan jarak jauh menjadi lebih praktis.
Baca Juga: 3 Cara Mudah Menghemat Baterai Motor Listrik
Masa Depan Mobil Listrik
Adopsi baterai solid-state tidak hanya akan mendorong inovasi pada baterai itu sendiri tetapi juga akan mempercepat pengembangan infrastruktur pengisian cepat.
Dengan kemampuan pengisian yang lebih cepat, kebutuhan akan stasiun pengisian daya yang lebih efisien akan semakin mendesak, mendorong investasi dan perluasan jaringan pengisian.
Selain itu, teknologi ini berkontribusi pada pengurangan jejak karbon kendaraan listrik secara keseluruhan, sejalan dengan tujuan global untuk mencapai keberlanjutan.
Perkembangan baterai EV dengan jarak tempuh lebih jauh dan pengisian yang lebih cepat dengan baterai solid-state adalah langkah maju yang signifikan menuju masa depan mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








