Akurat

Hati-hati! Ini Tanda Transmisi Mobil Matic Kamu Mulai Rusak

Muhammad Ghifani Ramadifa | 13 Oktober 2021, 18:48 WIB
Hati-hati! Ini Tanda Transmisi Mobil Matic Kamu Mulai Rusak

AKURAT.CO Mudah dan nyaman kerapkali menjadi alasan untuk memilih mengendarai mobil dengan transmisi matic karena tidak perlu menginjak kopling. Meski dalam mengoperasikan mobil matic tergolong mudah, kamu juga perlu tahu dan paham dengan tanda-tanda transmisi matic yang bermasalah atau rusak. 

Tidak semua orang bisa mengetahui dan dapat menganalisa tanda adanya masalah pada transmisi matic. Mereka yang sudah berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi hal tersebut. Sementara untuk yang masih baru atau pemula akan kesulitan untuk mengindentifikasi masalah pada transmisi matic. 

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda dari tranmisi matic yang mau rusak, berikut ini ulasannya.

  • Adanya suara aneh saat memindahkan transmisi

Tanda adanya masalah yang pertama adalah munculnya suara aneh saat memindahkan transmisi. Suara yang muncul  memang bermacam-macam, tapi suara yang menandakan adanya masalah bukanlah suara yang biasanya terdengar. Suara tersebut bisa muncul saat transmisi dipindah dari P ke D atau dari D ke R. 

Jika saat memindahkan transmisi terdengar suara-suara tidak biasa, ada baiknya kamu perlu curiga. Transmisi dengan kondisi baik dan normal umumnya tidak menimbulkan suara sama sekali. 

  • Sulit saat pindah gigi

Ketika kamu mau memindahkan gigi dan tuas transmisi terasa cukup keras, sehingga menyulitkan saat melakukan perpindahan gigi, maka kamu perlu hati-hati. Sulit melakukan pindah gigi menjadi diagnosa awak adanya kerusakan. Transmisi yang masih berfungsi dengan baik umumnya terasa halus saat melakukan perpindahan gigi. Gejala ini juga menandakan kerusakan yang sudah cukup parah karena komponen di dalam transmisi sudah banyak yang rontok.

  • Perpindahan terasa kasar

Selain sulit memindahkan gigi, tanda kerusakan lainnya adalah perpindahan gigi terasa cukup kasar atau biasa disebut juga transmisi jeduk. Saat melakukan perpindahan gigi, akan terasa adanya hentakan atau jeduk. Jika mengalami hal jni, tandanya kondisi matic tersebut sedang ada masalah. Kondisi ini biasanya dialami oleh mobil yang usia pemakaiannya sudah lebih dari 10 tahun. 

Malas merawat mobil juga menjadi penyebab perpindahan transmisi terasa kasar. Transmisi akan bekerja lebih ekstra, sehingga membuat lebih cepat rusak. Selain malas merawat mobil, memindahkan gigi dengan kasar saat mobil sedang berjalan juga bisa merusak transmisi mobil. 

  • Respons melambat

Pada saat kamu menginjak gas, mesin terasa see dikit meraung ketika tuas transmisi di posisi D, tetapi mobil tidak berjalan seperti biasanya, maka kamu juga perlu waspada. Mobil yang mengalami respon melambat menjadi salah satu tanda adanya masalah pada transmisi matic. 

Ketika mengalami hal tersebut, umumnya komponen di dalam transmisi sudah mulai habis. Misalnya pelat kopling sudah tipis. Jika sudah begitu, segera bawa ke bengkel sebelum kondisinya semakin parah.  

  • Oli transmisi bocor

Ketika kamu melihat tetesan oli di garasi, terutama sumber tetesannya dari bagian tengah mobil, kamu patut curiga. Segera lakukan pengecekan. Jangan sampai oli transmisi kendaraan kamu bocor. Pada beberapa mobil kebocoran ini bisa terjadi di ruang mesin. 

Lebih parahnya lagi, kebocoran juga bisa naik sampai ke tuas transmisi. Jika demikian segera bawa ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. 

Penyebab transmisi matic bermasalah pada umumnya dipengaruhi oleh adanya kesalahan perawatan pada mobil. Misalnya, salah menggunakan oli transmisi. Faktor kesalahan ini yang paling sering terjadi. Penggantian oli transmisi tidak bisa dilakukan sembarang dengan berbagai pelumas. Sebab tidak semua transmisi bisa menggunakan oli yang sama. 

Selain salah menggunakan oli transmisi, faktor lainnya adalah tidak pernah mengganti oli transmisi. Idealnya penggantian oli transmisi dilakukan setiap  10 ribu km atau 15 ribu km sekali atau sesuai saran yang dianjurkan dari pabrikan mobil tersebut. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.