Dari Niat Baik Menjadi Kebaikan Nyata: Kisah Inspiratif Perjalanan Sukuk Wakaf Ritel di Indonesia

DI INDONESIA, tersimpan sebuah potensi kebaikan yang luar biasa besar yakni wakaf uang. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memproyeksikan nilainya dapat mencapai sekitar Rp180 triliun setiap tahun. Namun, selama bertahun-tahun, 'raksasa kebaikan' ini seolah tertidur.
Realisasi wakaf uang masih jauh dari harapan, terhambat oleh keraguan akan transparansi pengelolaan dan minimnya instrumen yang benar-benar aman dan terpercaya. Banyak orang ingin berwakaf, tetapi bertanya-tanya, 'Ke mana dana saya akan disalurkan? Bagaimana pengelolaannya? Apakah benar-benar bermanfaat?' Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat niat baik sering berhenti di dalam hati, tidak sempat bertransformasi menjadi aksi nyata.
Tulisan ini ditujukan bagi Anda, khususnya Muslim kelas menengah yang peduli pada dampak sosial dan pengelolaan keuangan yang cerdas dan ingin menjadikan wakaf sebagai bagian dari perencanaan keuangan sekaligus jalan ibadah jangka panjang.
Baca Juga: Pegadaian Catat Oversubscription Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan
Menjawab berbagai tantangan tersebut, dengan dukungan ekosistem yang melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Wakaf Indonesia (BWI), otoritas keuangan, Dewan Syariah (DSN-MUI), nazhir, serta perbankan syariah sebagai mitra distribusi, lahirlah sebuah inovasi yang menghubungkan dunia keuangan modern dengan semangat filantropi Islam, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).
CWLS menjadi terobosan strategis yang menghubungkan fiscal policy (kebijakan fiskal pemerintah) dengan Islamic social finance (keuangan sosial islam). Dalam konteks ekonomi syariah, CWLS mencerminkan penerapan prinsip ta‘awun (tolong-menolong) dan istitsmar (investasi produktif) secara bersamaan.
Sedangkan dari sisi pemerintah, CWLS berfungsi sebagai alternatif pembiayaan APBN yang etis, non-riba, dan berbasis partisipasi masyarakat. Kemudian dari sisi sosial, CWLS berperan sebagai sarana redistribusi pendapatan yang memperkuat keadilan ekonomi dan kesejahteraan sosial, sesuai dengan tujuan maqasid al-syariah, terutama dalam aspek hifz al-mal (perlindungan harta) dan hifz al-nafs (perlindungan kehidupan).
Secara sederhana, CWLS adalah jembatan yang menghubungkan niat tulus untuk beribadah dengan program sosial yang nyata dan terukur. Melalui CWLS , siapa pun dapat berwakaf secara aman, produktif, dan terpercaya, serta berperan dalam pembangunan negeri:
• Imbal hasilnya disalurkan untuk membiayai berbagai proyek kebaikan,
• Dana pokoknya dijamin 100% utuh oleh negara, dan digunakan untuk kegiatan pembangunan.
Baca Juga: Pegadaian Raih Penghargaan Global Best Social Sukuk untuk UMKM
Oleh karena itu, hal ini bukan sekadar produk investasi semata, ia merupakan manifestasi dari sinergi antara sektor keuangan komersial dan keuangan sosial filantropi Islam, dengan fondasi tata kelola yang jelas dan pengawasan yang kuat.
Babak Awal: Sebuah Terobosan Bernama SW001
Kisah ini bermula pada Maret 2020 dengan sebuah tonggak sejarah penerbitan perdana Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) melalui seri SW001. Berbeda dengan seri ritel, SW001 bersifat private placement atau penempatan terbatas, menargetkan investor institusional dan individu berkemampuan tinggi (High Net Worth Individuals).
Dalam debutnya, SW001 berhasil menghimpun dana sebesar Rp50,8 miliar. Namun, yang lebih penting dari angka tersebut adalah jejak kebaikan yang ditinggalkannya. Seluruh imbal hasil SW001 didedikasikan untuk sebuah proyek kemanusiaan yang mulia: membangun dan melengkapi Pusat Retina (Retina Center) di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, Serang.
Fasilitas canggih yang merupakan aset wakaf produktif ini menjadi mercusuar harapan. Berkat dukungan dana tersebut:
• Ribuan pasien katarak dari kalangan dhuafa menerima layanan operasi mata gratis,
• Penglihatan mereka terselamatkan,
• Kemampuan mereka untuk kembali bekerja dan menafkahi keluarga pun kembali.
Kesuksesan perdana ini menjadi bukti konsep yang kuat. Ia menjadi sebuah pembuka gerbang bagi sebuah ide yang lebih besar serta membawa kekuatan wakaf produktif keluar dari ruang direksi dan ruang rapat institusi keuangan, menuju genggaman seluruh rakyat Indonesia.
Jawaban di Tengah Krisis: SWR001 & SWR002 Melawan Pandemi
Gerbang itu terbuka tepat di saat bangsa ini paling membutuhkannya. Ketika sendi sosial dan ekonomi bangsa diuji hingga titik puncaknya oleh pandemi COVID-19, Sukuk Wakaf Ritel hadir bukan sekadar sebagai produk keuangan, tetapi sebagai tali penyelamat di tengah badai.
- SWR001: Jaring Pengaman di Saat Sulit
Terbit pada November 2020, SWR001 adalah seri ritel pertama yang membuka pintu bagi partisipasi publik secara luas. Siapa pun yang memenuhi syarat dapat ikut serta, tanpa harus menjadi investor besar.
Meski diluncurkan di tengah ketidakpastian ekonomi, SWR001 berhasil menghimpun dana sebesar Rp14,91 miliar. Dana ini menjadi simbol solidaritas nasional, di mana imbal hasilnya diarahkan khusus untuk:
• Program jaring pengaman sosial, dan
• Penyediaan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga yang terdampak langsung oleh pandemi.
Di tengah badai, SWR001 berperan sebagai pegangan yang menjaga masa depan generasi penerus agar tidak ikut tenggelam.
- SWR002: Membangkitkan Kembali Roda Ekonomi Umat
Pada April 2021, ketika banyak usaha kecil terpuruk akibat pembatasan sosial, SWR002 hadir dengan misi pemulihan. Seri ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp24,14 miliar dan secara spesifik menyasar kebangkitan ekonomi umat, terutama melalui dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Imbal hasil SWR002 menjadi modal harapan bagi para pejuang ekonomi kecil:
• Membantu mereka membeli kembali bahan baku,
• Menata ulang warung dan usaha,
• Menghidupkan kembali roda ekonomi keluarga,
• Menyelamatkan lapangan kerja di tingkat akar rumput.
Solidaritas yang teruji di tengah krisis ini menjadi fondasi kepercayaan yang kokoh, membuka jalan bagi gelombang kebaikan yang jauh lebih besar di tahun-tahun berikutnya.
Tumbuhnya Kepercayaan: Lompatan Kuantum SWR003 & SWR004
Setelah melewati masa-masa sulit pandemi, kepercayaan publik terhadap SWR terus tumbuh. Hal ini tercermin dari peningkatan dana yang terhimpun secara konsisten dari tahun ke tahun.
Penerbitan SWR003 pada tahun 2022 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp38,25 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat SWR bukan lagi sebagai 'produk baru yang asing', akan tetapi sebagai instrumen wakaf produktif yang kredibel.
Namun, lompatan kuantum sesungguhnya terjadi pada seri SWR004 di tahun 2023. Seri ini mencatatkan lonjakan luar biasa dengan total penjualan mencapai Rp112,60 miliar, hampir tiga kali lipat dari seri sebelumnya.
Lonjakan ini bukan kebetulan. Ia adalah buah dari:
• Strategi pemasaran digital yang lebih gencar dan terarah,
• Pelibatan lebih banyak bank syariah sebagai mitra distribusi,
• Edukasi berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, BWI, nazhir, lembaga keuangan syariah, dan tokoh masyarakat).
Baca Juga: PTPP Lunasi Lebih Awal Obligasi dan Sukuk Mudharabah Rp200 Miliar
Dengan semakin luasnya akses dan pengetahuan masyarakat, SWR mampu memperluas jangkauan dampaknya ke sektor-sektor krusial, antara lain:
• Program ketahanan pangan,
• Bantuan sanitasi dan akses air bersih untuk masyarakat pedesaan,
• Dukungan pembangunan dan penguatan fasilitas rumah sakit dan layanan kesehatan.
Jika digambarkan dalam sebuah grafik, kurva partisipasi SWR dari SWR001 hingga SWR004 tampak menanjak tajam, mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap instrumen wakaf yang terstruktur dan terjamin ini.
Menuju Puncak Baru: Rekor SWR005 & SWR006
Perjalanan SWR mencapai puncak terbarunya pada dua seri terakhir, yang menunjukkan bahwa instrumen ini telah diterima secara luas sebagai pilihan investasi sosial utama di Indonesia. Kepercayaan yang dibangun seri demi seri menciptakan efek bola salju yang dahsyat.
• SWR005:
o Terbit pada tahun 2024,
o Berhasil menghimpun dana sebesar Rp147,37 miliar.
o Lebih dari sekadar angka, SWR005 membawa inovasi penting dengan mengintegrasikan isu lingkungan melalui dukungan terhadap program Green Waqf yang diinisiasi MUI.
o Sebagian imbal hasilnya didedikasikan untuk:
Program penghijauan,
Upaya swasembada pangan yang berkelanjutan.
• SWR006:
o Menjadi penanda sejarah baru,
o Mencatat rekor tertinggi dengan total dana terhimpun sebesar Rp306,28 miliar.
o Penerbitan SWR006 ditawarkan pada akhir 2024 dengan tanggal penyelesaian (settlement) dana pada Oktober 2025.
o Lonjakan drastis ini adalah indikasi kuat bahwa SWR telah menjadi instrumen mainstream yang familier di kalangan kelas menengah Muslim Indonesia, di mana berwakaf produktif kini menjadi bagian dari gaya hidup finansial yang cerdas, beretika, dan berdampak sosial.
Untuk melihat evolusi luar biasa ini secara lebih jelas, berikut rekapitulasi pertumbuhannya:
Seri Sukuk Tahun Terbit Dana Terhimpun (Miliar Rupiah):
| SWR001 | 2020 | 14,91 |
| SWR002 | 2021 | 24,14 |
| SWR003 | 2022 | 38,25 |
| SWR004 | 2023 | 112,60 |
| SWR005 | 2024 | 147,37 |
| SWR006 | 2024 | 306,28 |
SWR006 ditawarkan pada akhir 2024 dengan settlement dana pada Oktober 2025. Jika tabel tersebut divisualisasikan dalam bentuk grafik batang atau grafik garis, Anda akan melihat kurva yang menanjak tajam, terutama mulai tahun 2022 hingga SWR006.
Kurva tersebut menggambarkan bukan hanya pertumbuhan angka, tetapi juga pertumbuhan literasi, kepercayaan, dan partisipasi umat dalam wakaf produktif. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan harapan dan doa yang diwujudkan menjadi aksi nyata.
Di Balik Angka: Wajah-Wajah Kebaikan yang Tercipta
Inti dari kisah sukses CWLS bukanlah angka miliaran rupiah, melainkan perubahan hidup yang tercipta di baliknya. Setiap rupiah yang terhimpun telah bertransformasi menjadi senyuman, harapan, dan masa depan yang lebih baik.
1. Menyelamatkan Penglihatan, Menyalakan Harapan
Kisah RS Mata Achmad Wardi adalah bukti paling nyata. Berkat imbal hasil sukuk wakaf, ribuan tulang punggung keluarga yang terancam buta karena katarak dapat:
o Kembali melihat dunia,
o Kembali bekerja,
o Kembali menopang orang-orang yang mereka cintai.
2. Membangun Kembali Usaha, Menata Masa Depan
Para pelaku UMKM yang nyaris gulung tikar akibat pandemi kini bisa bernapas lega. Bantuan modal dari imbal hasil CWLS membantu mereka:
o Mengisi kembali stok barang dagangan,
o Menata ulang kios dan usaha kecil mereka,
o Menghidupkan kembali roda ekonomi yang menghidupi keluarga.
3. Memastikan Generasi Penerus yang Sehat dan Cerdas
Dana SWR adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Melalui:
o Program beasiswa,
o Bantuan sanitasi dan air bersih,
o Program ketahanan pangan, anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan tumbuh lebih sehat, bersekolah dengan lebih layak, dan mempersiapkan masa depan dengan pondasi yang kokoh.
4. Merawat Bumi, Menuai Berkah
Melalui program Green Waqf, kebaikan SWR melampaui dimensi sosial dan menjangkau dimensi lingkungan. Dana wakaf kini tidak hanya merawat manusia, tetapi juga merawat bumi melalui:
o Penghijauan,
o Upaya pelestarian lingkungan, yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.
Di balik setiap proyek, ada nama-nama yang tak tercatat di laporan keuangan, para ibu yang matanya kembali terang, para pedagang kecil yang lapaknya kembali ramai, anak-anak yang kembali semangat bersekolah, dan desa-desa yang kembali hijau. Merekalah wajah nyata dari CWLS.
Penutup: Investasi Terbaik Adalah Kebaikan yang Terus Mengalir
Kisah perjalanan CWLS dari seri pertama hingga rekor terbarunya adalah sebuah epik tentang kekuatan inovasi, kolaborasi, dan kepercayaan. Ia membuktikan bahwa instrumen keuangan modern dapat menjadi jembatan emas yang menghubungkan:
• Niat tulus beribadah,
• Dengan dampak sosial yang terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Setiap rupiah yang diinvestasikan di jalan kebaikan memiliki kekuatan untuk,
• Menjadi cahaya bagi yang membutuhkan,
• Menjadi modal bagi yang berusaha,
• Menjadi harapan bagi masa depan generasi penerus.
Kini, ketika SWR telah tersedia luas melalui berbagai mitra bank syariah dan lembaga keuangan syariah, pertanyaannya sederhana:
Apakah kita hanya akan menjadi penonton, atau ikut menjadi bagian dari arus kebaikan yang terus mengalir ini?
Pada akhirnya, warisan terbaik bukanlah sekadar harta yang kita tinggalkan, melainkan manfaat abadi yang terus mengalir, jauh melampaui usia dan nama kita. CWLS adalah salah satu cara paling nyata untuk mewujudkannya.
*) Muhammad Zakirman dkk.
Penggiat Ekonomi Syariah, Magister Ekonomi Syariah 27 Exc-B Universitas Tazkia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







