Dua Pesenam Ritmik Indonesia Belum Bisa Sumbang Medali

AKURAT.CO, Dua pesenam ritmik Indonesia, Nabila Evandestiera dan Wahyu Putri harus memupus harapannya untuk meraih medali di cabang olahraga Rhythmic Gymnastics nomor Individual All-Around pada ajang Asian Games 2018, setelah hanya menempati posisi 15 dan 16.
Bertanding di JIExpo Hall D, Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/8) malam WIB, Nabila sendiri dari empat alat yang ditandingkan mampu mengumpulkan skor 46.500 dengan rincian hoop (simpai) 11.050, ball (bola) 11.400, clubs (gada) 12.850 dan ribbon (pita) 11.200.
Sementara itu, untuk Putri sendiri, dari empat alat yang ditandingkan hanya mampu meraih skor 44.700 dengan rincian hoop (simpai) 10.200, ball (bola) 11.450, clubs (gada) 12.200, dan ribbon (pita) 10.850.
Dengan hasil yang kekurangan memuaskan itu, Putri mengaku bahwa hasil itu disebut wajar karena memang pesaingnya seperti pesenam dari Uzbekistan dan Kazakstan merupakan salah satu pesenam hebat di dunia.
"Iya kami akui mereka pesenam-pesenam hebat. Mereka jika dibandingkan dengan kami mungkin bisa dilihat dari cara putarannya atau bisa disebut pidpod itu mereka atlet pesenam dari Uzbekistan atau Kazakstan bisa sampai empat dan lima kali. Sementara, kita hanya mampu satu kali," ujar dia usai pertandingan.
"Mereka pun miliki pelatih balet sendiri, pelatih senam sendiri dan sementara kita terbatas pada sumber daya pelatih, tapi kita akui bahwa hanya Indonesia yang memilik pelatih lokal. sedangkan pelatih negara lain saja contohnya Thailand memakai pelatih Bulgaria, Malaysia pakai pelatih Ukraina, Uzbekistan pakai pelatih Rusia dan saya bersyukur alhamdulillah bisa menembus ke Asian Games bersama pelatih lokal sendiri," tambahnya.
Adapun untuk pemenang medali emas adalah pesenam Kazakstan, Alina Adilkhanova dengan mengumpulkan skor total 66.800, dengan rincian hoop (simpai) 17.500, bola (ball) 15.900, clubs (gada) 17.200, dan ribbon (pita) 16.200. Sedangkan, peraih medali perak direbut pesenam Uzbekistan, Sabina Tashkebbaeva, dengan mengumpulkan skor 65.850.
Sementara perunggu didapat oleh pesenam China, Zhao Yating dengan membukukan skor 62.550.
Di Asian Games 2018, Indonesia telah menyumbangkan dua medali dari senam artistik melalui pesenam putri Rifda Irfanaluthfi dan pesenam putra Agus Prayoko.
Rifda meraih perak setelah berhasil menduduki peringkat kedua pada babak final pada kategori lantai (floor exercise) putri. Sedangkan Agus berhasil menempati peringkat ketiga pada final kategori meja lompat (vault) pria.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





