Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan di wilayah ibu kota yang kini didominasi oleh spesies tersebut.
Operasi penangkapan dilakukan serentak di lima wilayah Jakarta dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Ikan yang berhasil ditangkap tidak dimanfaatkan, melainkan langsung dimusnahkan.
Lantas, kenapa ikan sapu-sapu dimusnahkan? Berikut penjelasannya.
Penangkapan Massal Ikan Sapu-sapu di Jakarta
Dalam operasi tersebut, jumlah ikan yang berhasil ditangkap terbilang sangat besar. Data sementara menunjukkan, di Jakarta Utara tepatnya Kelapa Gading terkumpul sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu, di Jakarta Timur mencapai 763 kilogram, sementara di Jakarta Selatan, khususnya Setu Babakan, jumlahnya mencapai 3 ton.
Baca Juga: Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu
Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu langsung dimusnahkan dengan cara dibelah lalu dikubur di lokasi yang telah ditentukan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta untuk mengendalikan populasi ikan yang dinilai merusak ekosistem.
Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan?
1. Tidak Layak Dikonsumsi
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung residu berbahaya.
Kandungan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi secara terus-menerus.
2. Mengandung Logam Berat
Ikan sapu-sapu hidup di perairan yang cenderung tercemar, sehingga tubuhnya menyerap berbagai zat berbahaya, termasuk logam berat.
Di Jakarta, kandungan logam dalam ikan ini bahkan disebut berada di atas ambang aman, sehingga berisiko tinggi bagi manusia.
3. Merusak Keseimbangan Ekosistem
Populasi ikan sapu-sapu di Jakarta sudah sangat tinggi. Bahkan diperkirakan lebih dari 60 persen biota air di beberapa wilayah didominasi oleh ikan ini.
Kondisi ini dapat:
Mengganggu rantai makanan
Mengancam ikan lokal
Merusak habitat alami
4. Spesies Invasif dari Luar Negeri
Ikan sapu-sapu berasal dari wilayah Amerika Selatan dan termasuk spesies invasif.
Artinya, ikan ini berkembang sangat cepat di luar habitat aslinya dan sulit dikendalikan karena minim predator alami.
Baca Juga: Pramono Diminta Segera Ajukan Perda Soal Daerah Khusus Jakarta
5. Belum Aman Diolah Secara Massal
Meski di beberapa negara ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi pakan ternak melalui teknologi tertentu, metode ini belum diterapkan secara luas.
Hal ini disebabkan tingginya kandungan logam dalam tubuh ikan, sehingga tetap berisiko jika dimanfaatkan.
Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu
Untuk menghindari pencemaran, pemusnahan dilakukan dengan metode khusus, yaitu:
Ikan dibelah menjadi dua bagian
Dikubur di lokasi yang telah ditentukan
Dilakukan di sekitar titik penangkapan
Langkah ini dianggap paling aman dibandingkan dibuang sembarangan ke lingkungan.
Pemusnahan ikan sapu-sapu bukan tanpa alasan. Selain tidak layak dikonsumsi, ikan ini juga membawa dampak serius bagi lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan.
Baca Juga: Mengapa Hewan Melakukan Hibernasi? Ini Penjelasan dan Contohnya
FAQ
1. Kenapa ikan sapu-sapu dimusnahkan?
Karena mengandung logam berat, tidak layak dikonsumsi, dan merusak keseimbangan ekosistem perairan.
2. Apakah ikan sapu-sapu berbahaya bagi manusia?
Ya, karena kandungan logam berat dalam tubuhnya bisa berdampak buruk jika dikonsumsi.
3. Apakah ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan?
Secara teori bisa diolah, namun belum aman dilakukan secara massal karena risiko kandungan berbahaya yang tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








