Kenapa Ikan Nila Dagu Hitam Sulit Dikendalikan? Ini Kemampuan yang Jadi Sorotan

AKURAT.CO Keberadaan ikan nila dagu hitam atau blackchin tilapia di perairan Thailand tengah menjadi perhatian.
Spesies bernama ilmiah Sarotherodon melanotheron tersebut dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang membuatnya dapat bertahan di berbagai kondisi perairan.
Baca Juga: Apa Itu Ikan Nila Dagu Hitam? Kenali Ciri, Asal, dan Dampaknya bagi Ekosistem
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa populasinya cukup sulit dikendalikan ketika berada di luar habitat aslinya.
Bisa Hidup di Berbagai Jenis Air
Blackchin tilapia berasal dari wilayah pesisir Afrika Barat. Habitat alaminya mencakup laguna, muara sungai, hingga perairan payau.
Yang membuat ikan ini berbeda adalah kemampuannya menghadapi perubahan kadar garam. Nila dagu hitam dapat bertahan di air tawar, air payau, hingga air laut.
Kemampuan beradaptasi tersebut membuat spesies ini memiliki peluang lebih besar untuk bertahan ketika masuk ke lingkungan baru.
Bukan Nila yang Biasa Dikonsumsi
Meski sama-sama termasuk keluarga Cichlidae, blackchin tilapia bukan jenis nila yang umum dikenal sebagai ikan konsumsi sehari-hari.
Ciri khasnya terdapat pada bagian bawah kepala yang dapat terlihat gelap atau kehitaman pada ikan dewasa. Ukurannya juga bisa mencapai sekitar 28 sentimeter, dengan warna tubuh yang dapat bervariasi.
Mengapa Jadi Masalah di Thailand?
Persoalan muncul ketika spesies dari luar habitat asli mampu berkembang dan menyebar di perairan baru. Populasi yang meningkat dapat menambah tekanan terhadap spesies ikan lokal dan keseimbangan ekosistem.
Dampaknya juga berpotensi dirasakan masyarakat yang bergantung pada perairan untuk kegiatan perikanan dan budidaya.
Baca Juga: Kenapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dibasmi di Indonesia? Ini Alasan Ilmiah dan Dampak Nyatanya
Karena dapat menempati beragam lingkungan, upaya mengendalikan blackchin tilapia tidak cukup hanya dengan menangkap ikan yang sudah ada.
Pencegahan penyebaran dan pemantauan populasi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaannya.
Kisah nila dagu hitam di Thailand menjadi contoh bagaimana kemampuan bertahan hidup yang menguntungkan bagi sebuah spesies dapat berubah menjadi persoalan ketika ikan tersebut berada di luar ekosistem asalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








