Pastor Filipina, Yayasan India, dan Penyelam Maladewa Raih Ramon Magsaysay Award 2025

AKURAT.CO Seorang pastor Katolik asal Filipina yang vokal menentang perang narkoba berdarah Presiden Rodrigo Duterte, sebuah yayasan di India yang menyekolahkan jutaan anak perempuan miskin, serta seorang penyelam Maladewa yang menggerakkan aksi melawan polusi plastik, terpilih sebagai penerima Penghargaan Ramon Magsaysay 2025. Penghargaan ini kerap dijuluki sebagai “Hadiah Nobel versi Asia”.
Pastor Filipina yang Melawan Ketidakadilan
Nama Pastor Flaviano Villanueva masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini. Ia dikenal berani menentang operasi anti-narkoba Duterte yang menewaskan ribuan orang, mayoritas dari kalangan miskin.
Villanueva, mantan pecandu narkoba yang ditahbiskan menjadi pastor pada 2006, mendirikan Arnold Janssen Kalinga Center pada 2015. Melalui pusat ini, ia menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi ribuan orang miskin di Filipina, termasuk mereka yang terseret narkoba dan kejahatan ringan.
Ia juga aktif membantu keluarga korban perang narkoba dengan menggalang dana untuk pemakaman yang layak serta membangun memorial bagi para korban. Aktivismenya membuat ia sempat dituduh melakukan penghasutan oleh pemerintah Duterte, meski tuduhan itu akhirnya dibatalkan pada 2023.
Menurut yayasan penghargaan, Villanueva dipuji karena “dengan welas asih yang mendalam dan keteguhan hati, ia mampu memulihkan martabat mereka yang terhapus secara tidak adil.”
Yayasan India yang Menyelamatkan Masa Depan Anak Perempuan
Penghargaan juga diberikan kepada Educate Girls, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan oleh Safeena Husain pada 2007. Organisasi ini berfokus membawa anak-anak perempuan miskin di India kembali ke sekolah, terutama di desa-desa terpencil.
Program ini berawal dari 50 sekolah di Rajasthan, negara bagian dengan tingkat buta huruf perempuan tertinggi. Kini, Educate Girls telah menjangkau lebih dari 30.000 desa di India, melibatkan lebih dari 2 juta anak perempuan agar tidak putus sekolah dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Educate Girls membuat anak-anak perempuan yang biasanya dipaksa menikah dini dan kehilangan masa depan, kini punya kesempatan meraih hidup lebih baik,” ungkap yayasan penghargaan.
Penyelam Maladewa yang Perangi Polusi Plastik
Penerima ketiga adalah Mohamed Ali, penyelam dan jurnalis foto asal Maladewa yang resah melihat negaranya—sebuah surga tropis di Samudera Hindia—terancam polusi plastik.
Sejak 2015, Ali aktif memimpin kampanye pembersihan laut dan daur ulang plastik bersama komunitasnya melalui Parley Maldives. Gerakan ini tidak hanya membersihkan pantai dan laut, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat dan wisatawan terhadap sampah plastik.
“Saya membersihkan laut dengan harapan cucu-cucu saya masih bisa melihat paus seperti yang saya saksikan di masa kecil,” kata Ali.
Tentang Ramon Magsaysay Award
Penghargaan ini dinamai dari Presiden Filipina Ramon Magsaysay yang wafat dalam kecelakaan pesawat pada 1957. Setiap tahunnya, penghargaan ini diberikan kepada individu maupun organisasi di Asia yang menunjukkan keberanian, integritas, dan dedikasi sosial.
Tahun ini, para penerima akan menerima penghargaan mereka pada 7 November di Teater Metropolitan, Manila.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas
- 10KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Cari Bukti Baru Kasus ATR/BPN







