Akurat

Saham Astra Masih Jadi Primadona, Analis Ungkap Strategi Trading ASII Awal Juni

Hefriday | 1 Juni 2025, 14:40 WIB
Saham Astra Masih Jadi Primadona, Analis Ungkap Strategi Trading ASII Awal Juni

AKURAT.CO PT Astra International Tbk (ASII) masih menjadi salah satu saham unggulan yang dilirik pelaku pasar untuk perdagangan awal pekan, Senin (2/6/2025). KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy dengan kisaran harga masuk di level Rp4.780 hingga Rp4.850, dengan target harian di angka Rp4.940.

Dalam laporan riset terbarunya, KB Valbury Sekuritas juga menyampaikan bahwa level resistance saham ASII berada di Rp4.940, sementara support-nya di angka Rp4.780. Investor diminta waspada apabila harga menembus batas bawah tersebut, dengan batas kerugian (stop loss) disarankan di Rp4.620.

Pada perdagangan Rabu (28/5/2025), lalu di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII ditutup naik 3,1% ke level Rp4.850. Dalam sepekan terakhir, saham ini tercatat menguat sebesar 3,8%.

Baca Juga: Gandeng Kemendag, Astra Luncurkan Program UMKM BISA Ekspor ke Pasar Global

Meski demikian, secara bulanan, kinerjanya masih mencatat penurunan 0,8%. Bahkan secara tahunan atau year to date, saham ASII terkoreksi sekitar 1%.

Di tengah tren fluktuatif harga saham, Astra tetap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen. Perseroan akan membagikan dividen final senilai Rp12,46 triliun atau Rp308 per saham.

Cum date dividen jatuh pada 20 Mei 2025, dan ex date-nya pada 21 Mei 2025. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2025.

Dari sisi kinerja fundamental, Astra mencatatkan laba bersih kuartal I-2025 yang dinilai masih sesuai ekspektasi pasar. Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, menyebut bahwa meskipun pertumbuhan laba bersih tergolong lemah, capaian ini tetap mendekati estimasi konsensus dan proyeksi internal.

"Laba bersih Astra mencerminkan 20,8% dari estimasi penuh KB Valbury dan 21,5% dari proyeksi internal, tidak terlalu jauh dari konsensus pasar sebesar 23,8%," ujar Akhmad dikutip dalam risetnya, Minggu (1/6/2025).

Baca Juga: Contohkan Keberhasilan Koperasi Astra, Menkop Budi: Jangan Cuma Simpan Pinjam

Penurunan laba bersih sebesar 7,1% secara tahunan (yoy) terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis otomotif serta sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi (HEMCE). Segmen HEMCE menjadi salah satu pendorong kinerja utama Astra yang terkena tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, analis memperkirakan adanya pemulihan musiman dalam volume penjualan mobil. Setelah mengalami penurunan 2% secara bulanan pada Maret 2025 dan penurunan tajam 28% pada April akibat libur Ramadan dan Idulfitri, volume penjualan diperkirakan kembali meningkat seiring aktivitas pasar yang normal.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ASII, dengan target harga jangka menengah sebesar Rp5.850. Valuasi ini didasarkan pada metode sum of the parts (SOTP) dan mencerminkan price-to-earnings ratio (P/E) 2025 sebesar 7,3 kali.

Adapun saat ini, saham ASII diperdagangkan pada P/E 2025 sebesar 6,1 kali, sedikit lebih tinggi dibanding standar deviasi negatif satu historisnya di angka 5,3 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa saham ASII masih cukup murah dibanding kinerja historisnya, sehingga menjadi menarik untuk dikoleksi dalam jangka menengah hingga panjang.

Dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, termasuk sektor otomotif, keuangan, alat berat, dan agribisnis, Astra dinilai memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap gejolak ekonomi. Dukungan pembagian dividen reguler juga menjadi daya tarik tambahan bagi investor yang mengincar pendapatan pasif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi