Bukan Hanya Prajurit, Prabowo Juga Beri Perhatian kepada Anak-Anak Korban Karhutla

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya memberikan perhatian kepada keluarga petugas yang gugur saat menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk anak-anak mereka.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada para petugas di lapangan, tetapi juga keluarga yang ditinggalkan.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta untuk memberikan perhatian termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Prasetyo menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dari unsur relawan maupun pemerintah dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, mereka telah bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa demi menjalankan tugas pemadaman.
Ia mengatakan pemerintah terus memantau upaya penanggulangan karhutla yang dilakukan berbagai unsur di lapangan.
Prasetyo juga menyoroti risiko yang dihadapi prajurit TNI saat melakukan pemadaman menggunakan metode pengeboman air atau water bombing.
"Terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing kalau saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko," ujarnya.
Prasetyo berharap para petugas yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
"Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," pungkasnya.
Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Helikopter tersebut berangkat dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting untuk menjalankan misi pemadaman karhutla.
Sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami kecelakaan saat mengambil air untuk operasi water bombing.
Helikopter itu membawa delapan personel. Tiga prajurit yang gugur dalam insiden tersebut adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Sementara itu, lima personel lainnya selamat dan menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Menko Polkam Sampaikan Duka, Ini Daftar Prajurit dan Relawan yang Gugur Tangani Karhutla
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 7Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 8Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









