Dapat Novel Langsung dari SBY, Ingrid Kansil: Karya Sastra Fenomenal Negarawan

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ingrid Kansil, menyebut, novel Diana Memang Manja karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai karya sastra fenomenal yang mencerminkan sisi lain seorang negarawan.
Ingrid mengaku bahagia mendapat kesempatan menerima novel tersebut langsung dari SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia menjadi salah satu dari 14 orang yang menerima novel secara simbolis, dengan sebagian besar penerima berasal dari kalangan seniman.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya, bisa mendapat langsung Novel Diana Memang Manja, dan membacanya," ungkap Ingrid melalui keterangan resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) itu menilai Diana Memang Manja bukan sekadar karya prosa panjang yang mengisahkan kehidupan sosial, melainkan juga karya inspiratif dari seorang mantan presiden yang memiliki ruang ekspresi dan refleksi melalui tulisan.
"Sebuah karya sastra fenomenal dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, yang kita kenal sebagai seorang negarawan, tetapi juga memiliki banyak ruang ekspresi dan refleksi melalui karya tulis," tuturnya.
Menurut Ingrid, membaca novel bukan sekadar mengikuti alur cerita atau mengenal karakter tokoh.
Membaca juga menjadi perjalanan untuk memahami manusia, mulai dari perasaan, kepribadian, relasi, kehilangan, hingga dinamika kehidupan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Ia menilai sastra tidak hanya menceritakan kehidupan, tetapi juga mengajak pembaca memahaminya dari sudut pandang berbeda.
"Perspektif itulah yang ingin saya bawa ketika membaca novel Diana Memang Manja," kata Ingrid.
Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah bagaimana cerita dalam novel tersebut berawal dari sesuatu yang sederhana, yakni rasa penasaran SBY terhadap lagu legendaris Koes Plus berjudul "Diana".
Ingrid pun menyampaikan selamat atas peluncuran novel tersebut. Ia berharap karya SBY dapat memperkaya khazanah literasi Indonesia dan mendorong generasi muda untuk terus membaca, berpikir, serta berkarya.
"Semoga semakin memperkaya khazanah literasi Indonesia dan menginspirasi generasi untuk terus membaca, berpikir, serta berkarya," ucap Ingrid.
SBY Tuangkan Pengalaman Pribadi dalam Novel
SBY mengungkapkan, ketertarikannya terhadap seni telah tumbuh jauh sebelum dirinya berkarier sebagai tentara dan politikus.
Ia menganggap aktivitas berkesenian yang kini dijalani sebagai kembalinya minat yang sempat ditinggalkan selama bertugas di militer dan pemerintahan.
Setelah menekuni lukisan, puisi, dan musik, SBY memilih novel sebagai medium ekspresi berikutnya.
Menurutnya, menulis novel memberikan kebebasan untuk membangun alur cerita, menciptakan adegan, dan menentukan karakter setiap tokoh.
Novel Diana Memang Manja terinspirasi antara lain dari lagu "Diana" milik Koes Plus yang dikenal SBY ketika menjadi taruna pada 1973.
Baca Juga: Menutup Kebocoran, Menyambut Cahaya Fajar bagi Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







