Pemerintah Komitmen Entaskan Kemiskinan, Anak-anak Sekolah Gratis dan Orang Tua Diberdayakan

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut sebanyak 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar kini mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang memadai.
Tak hanya menyiapkan masa depan anak, program ini juga diiringi pemberdayaan orang tua agar keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dan perlahan keluar dari kemiskinan.
"Saya sendiri sangat kaget, dibanding enam bulan yang lalu, sekarang anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, sudah tidak traumatik dalam hidupnya," ujar Muhaimin di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Angka Kemiskinan Diklaim Turun Jadi 8,07 Persen
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung anak-anak dari keluarga paling rentan. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, sebagian anak menghadapi berbagai persoalan sosial dan pengalaman hidup yang berat.
Kini, mereka memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun harapan baru bagi masa depan.
Meski demikian, masih diperlukan pendekatan khusus bagi anak-anak yang memiliki pengalaman dan latar belakang sosial yang kompleks. Pendampingan perlu terus diperkuat agar perkembangan anak tidak hanya terlihat selama bersekolah, tetapi juga menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pada saat yang sama, pemberdayaan diarahkan kepada orang tua melalui program LAKSMI. Melalui program ini, orang tua siswa dibekali pendidikan dan kemampuan baru agar dapat meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.
"Anaknya belajar, orang tuanya memiliki kemampuan baru, kemudian berkeluarga dan insha Allah tahun ini kita akan berhasil, anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orang tuanya mandiri menjadi orang yang produktif," imbuhnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Rantai Kemiskinan
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan. Keluarga miskin tetap memperoleh perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus didorong agar memiliki keterampilan, peluang usaha, dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Muhaimin menyebut sebanyak 28,8 juta keluarga miskin terus memperoleh bantuan dan perlindungan sosial melalui kerja Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga terkait. Dukungan tersebut perlu diikuti upaya pemberdayaan agar keluarga secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak terus bergantung pada bantuan.
"Kita bersyukur angka kemiskinan turun dan akan terus kita perjuangkan untuk turun, tetapi kita juga ingin seluruh warga miskin kita akhirnya bisa menjadi warga yang naik kelas, memiliki produktivitas yang tinggi dan menjadi subjek pembangunan nasional kita," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon






