Akurat Logo

Bukan Hanya Benteng Maritim, KRI Sriwijaya-100 Turut Jadi Tumpuan Tanggap Bencana

Moehamad Dheny Permana | 18 Oktober 2026, 20:22 WIB
Bukan Hanya Benteng Maritim, KRI Sriwijaya-100 Turut Jadi Tumpuan Tanggap Bencana
Kapal Pangkalan Terapung KRI Sriwijaya-100. - Foto: Inews.id/TNI AL

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat sistem pertahanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), guna menjaga kedaulatan wilayah serta menjawab tantangan keamanan dan kebencanaan yang semakin dinamis.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan armada maritim melalui hadirnya Kapal Pangkalan Terapung KRI Sriwijaya-100.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan ribuan pulau dan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia memiliki tingkat kerawanan dan risiko bencana alam yang tinggi.

Dalam situasi darurat bencana, terutama ketika akses darat terputus total, keberadaan pangkalan terapung menjadi solusi vital untuk memastikan bantuan logistik, serta operasi penyelamatan dapat menjangkau wilayah terisolasi secara cepat.

"Kini Indonesia memiliki kapal yang dapat menjadi pangkalan terapung di laut, bernama KRI Sriwijaya-100," kata Kabiro Infohan Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Sirait, melalui keterangan Bakom RI, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Cepat Tanggap Bencana, Pemerintah Diminta Pangkas Anggaran MBG untuk Dialihkan ke TKD

Dari segi spesifikasi teknis, KRI Sriwijaya-100 memiliki dimensi panjang sekitar 180 meter dan bobot mencapai 12.000 ton. Kapal ini dirancang dengan fasilitas geladak yang luas, sehingga mampu mengoperasikan berbagai jenis helikopter hingga pesawat nirawak (drone) secara langsung dari tengah laut.

Fleksibilitas taktis ini memungkinkan jangkauan operasi pertahanan maupun misi kemanusiaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada keberadaan pangkalan-pangkalan di darat.

"Kemampuan ini sangat penting bagi Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas, ribuan pulau, dan risiko bencana yang tinggi," kata Rico.

Lebih lanjut, keberadaan KRI Sriwijaya-100 memegang peranan krusial dalam skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kapal pangkalan terapung ini disiapkan untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan di seluruh pelosok Tanah Air. Mulai dari pengiriman bantuan logistik skala besar, evakuasi korban bencana, pelaksanaan operasi medis, hingga penanggulangan tanggap darurat di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.