Akurat Logo

Program SMK Go Global Batch 2 Dibuka, Pemerintah Dorong Kompetensi Calon Pekerja Migran

Ayu Rachmaningtyas | 27 September 2026, 22:02 WIB
Program SMK Go Global Batch 2 Dibuka, Pemerintah Dorong Kompetensi Calon Pekerja Migran
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2 Tahun 2026, mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari ekosistem SMK Go Global, yang dikembangkan pemerintah untuk memperkuat keterampilan dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) menghadapi kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pembukaan Batch 2 memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Baca Juga: Pemerintah Harus Beri Pendampingan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Usai Pulang ke Tanah Air

"Mulai 28 September ini kita buka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2. Ini menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global. Kami ingin kesempatan peningkatan kompetensi ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri," kata Mukhtarudin dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Dia mengatakan, keterampilan yang telah dimiliki lulusan SMK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penempatan. Menurutnya, SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK, tetapi terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.

"SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi untuk umum. Kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 yang ingin mendaftar, silakan mendaftar," ujarnya.

Dia menjelaskan, program tersebut menyediakan dua jenis pelatihan, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi berdasarkan sektor pekerjaan. Bidang pelatihan antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga: Cegah TPPO, Menko Polkam Pastikan Pekerja Migran Kompeten dan Terlindungi

Dia berharap, program tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.

Pendaftaran Batch 2 berlangsung pada 28 September hingga 31 Oktober 2026 melalui kanal pendaftaran BP3MI. Dalam proses pendaftaran kali ini, calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1.

"Kita ingin anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang lebih luas. Dengan kompetensi yang baik, mereka bisa bekerja dengan lebih siap dan memiliki daya saing ketika masuk ke pasar kerja global," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.