Di Sidang Umum PBB, Sugiono Serukan Ketahanan Nasional Jadi Fondasi Hadapi Tantangan Global

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional sebagai fondasi untuk menciptakan kawasan yang stabil dan sistem multilateral yang mampu menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, dia mengatakan Indonesia dan PBB lahir dengan tujuan yang sama, yakni mencegah masa depan umat manusia kembali ditentukan oleh perang dan perpecahan.
"Delapan puluh satu tahun lalu, Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir dengan sebuah keyakinan dan tujuan yang sama, yaitu untuk tidak menyerahkan masa depan umat manusia kepada perang dan perpecahan," ujar Sugiono dalam pidatonya, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Menlu: Palestina Jadi Ujian Sistem Multilateral dan Hukum Internasional
Meski dunia telah mengalami berbagai kemajuan dalam delapan dekade terakhir, konflik dan krisis masih terus terjadi. Karena itu, ketahanan sistem multilateral menjadi penting agar perdamaian dan kemakmuran dapat dipertahankan.
"Pelajarannya jelas, yaitu agar perdamaian dan kemakmuran dapat bertahan, multilateralisme juga harus tangguh. Ini berarti multilateralisme harus mampu beradaptasi, merespons, dan yang terpenting, memberikan hasil," tegasnya.
Sugiono menjelaskan, pembangunan multilateralisme yang tangguh harus dimulai dari penguatan ketahanan masing-masing negara. Indonesia membangun ketahanan nasional melalui kemandirian pangan dan energi, investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan ekonomi yang mampu menghadapi berbagai guncangan.
Sebagai negara dengan lebih dari 280 juta penduduk, Indonesia juga menempatkan persatuan dalam keberagaman, demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan supremasi hukum sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Baca Juga: Indonesia Bidik Kursi DK PBB, Perluas Diplomasi di Tengah Gejolak Global
"Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Rote, Indonesia adalah satu rakyat, satu bangsa," ujar Sugiono.
Ketahanan nasional tersebut kemudian menjadi dasar bagi terciptanya ketahanan di tingkat kawasan. Dia mencontohkan ASEAN yang selama hampir enam dekade mampu mengelola perbedaan, menjaga komunikasi, dan mencari titik temu di tengah beragam kepentingan negara anggotanya.
"Persatuan dan sentralitas ASEAN memungkinkan kawasan untuk tetap membuka ruang dialog dan kerja sama dengan semua mitra, termasuk di tengah meningkatnya kompetisi strategis," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








