Akurat Logo

Polda Banten: Jasad di Pulau Enggano adalah Surakman, Kru Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang

Ayu Rachmaningtyas | 23 September 2026, 15:06 WIB
Polda Banten: Jasad di Pulau Enggano adalah Surakman, Kru Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang
Konferensi pers identifikasi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. - Dok. Basarnas

AKURAT.CO Polda Banten memastikan jenazah tanpa identitas atau Mr X yang ditemukan di perairan Sawang Beko, Pulau Enggano, Bengkulu Utara, merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.

Kapolda Banten Irjen Pol, Hengki, mengatakan kepastian identitas tersebut diperoleh melalui pemeriksaan DNA oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri (Pusdokkes) Polri. Jenazah sebelumnya ditemukan di perairan Sawang Beko, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

"Kita mendapat informasi dari Bengkulu. Saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah Mr. X," kata Hengki dalam konferensi persnya secara online, Rabu (22/9/2026).

Baca Juga: Tata Cara Shalat Ghaib untuk Para Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau

Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk memastikan identitas jenazah tersebut. Koordinasi dilakukan karena terdapat delapan anggota keluarga kapal Arupadhatu 1 yang masih hilang atau lost contact.

Jenazah kemudian diamankan dari Pulau Enggano dan dibawa menggunakan pesawat Cessna, menuju Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk proses pemeriksaan.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten mengirimkan data ante mortem dan sample DNA dari delapan keluarga yang hilang kepada tim DVI. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan data post mortem jenazah Mr X.

"Disepakati untuk dilakukan identifikasi serta pencocokan oleh tim DVI (Disaster Victim Identification), terkait data ante mortem dari 8 keluarga korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Baik meliputi data primer, yaitu dari sidik jari, gigi, dan DNA," ujarnya.

Baca Juga: Bentuk Solidaritas, KWP Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang

Jenazah Mr X tersebut ditemukan pada 12 September 2016 di perairan Sawang Beko, yang merupakan jenazah merupakan laki-laki tanpa identitas dengan ciri menggunakan celana pendek hitam, tinggi sekitar 163 sentimeter, dan usia sekitar 50 tahun.

"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik BM/06/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayan," jelasnya.

Hengki menyebut, Yayan merupakan putra kandung Surakman dan berada di posko keluarga korban kapal Arupadhatu 1. Hasil pemeriksaan DNA dilakukan untuk memastikan identitas jenazah, mengingat kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dikenali secara visual.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.