Penerintah Perkuat Pengendalian Karhutla Kalteng-Sumsel, 64 Armada Udara Dikerahkan

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi yang masih dinamis di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, pendinginan, dan Operasi Modifikasi Cuaca terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi meteorologis.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu (20/9/2026) pukul 23.59 WIB, secara nasional terdeteksi 1.532 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence. Angka ini meningkat 209 titik dibandingkan 1.323 titik pada Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Tangani Karhutla
Sementara itu, pantauan sebaran pada enam provinsi prioritas hingga Minggu (20/9/2026) pukul 21.05 WIB menunjukkan:
- Kalimantan Tengah: 968 titik, turun dari 1.035 titik;
- Sumatera Selatan: 285 titik, meningkat dari 112 titik;
- Kalimantan Barat: 98 titik, turun dari 107 titik;
- Kalimantan Selatan: 39 titik, turun dari 55 titik;
- Jambi: 26 titik, meningkat dari 14 titik; dan
- Riau: 1 titik, dari sebelumnya nihil.
Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya mulai menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, peningkatan cukup signifikan di Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam penentuan prioritas operasi.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit, dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar.
"Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan," tulis Kementerian Kehutanan, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Kasus Influenza di Indonesia Diperkirakan Meningkat, Musim Kemarau hingga Karhutla Jadi Penyebabnya
Pemerintah memperkuat operasi melalui kombinasi kekuatan udara dan darat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa sejak Agustus pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel gabungan untuk menangani karhutla di berbagai wilayah terdampak.
Operasi dilakukan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, mengurangi dampak asap, serta melindungi masyarakat.
Armada udara tersebut mencakup helikopter water bombing, helikopter patroli, serta pesawat yang mendukung Operasi Modifikasi Cuaca. Operasi udara tetap disesuaikan dengan kondisi api, potensi awan, jarak pandang, dan aspek keselamatan penerbangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia






