Puan Minta Penanganan Karhutla Satu Kendali: Keselamatan Warga Jadi Prioritas

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah yang semakin kritis. Meluasnya kebakaran dan kabut asap dinilai mengancam keselamatan serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Dia pun meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan Karhutla melalui koordinasi terpadu. Menurutnya, penanganan harus berada dalam satu kendali agar berbagai dampak yang ditimbulkan dapat ditangani secara menyeluruh.
"Penanganan Karhutla harus satu kendali yang prosesnya harus memadukan langkah-langkah pemadaman api, perlindungan kesehatan masyarakat, penyelenggaraan pendidikan, dan dukungan kepada keluarga terdampak," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Karhutla Kembali Mengganas, Hotspot di Kalbar Tembus 859 Titik
Kabut asap akibat Karhutla telah mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, terutama di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Persoalan tersebut tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah lingkungan.
"Asap yang muncul dari Karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, bahkan berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah," ucap mantan Menko PMK tersebut.
Karena itu, dia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga terkait. Dia menilai setiap aspek yang terdampak harus ditangani secara terarah dan terpadu.
"Lintas koordinasi untuk memastikan setiap aspek yang terdampak dapat tertangani dengan lebih terarah dan terpadu. Yang pasti, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi indikator utama penanganan Karhutla," sebutnya.
Dia juga meminta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, masyarakat, dan pengelola kawasan diperkuat. Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran semakin meluas.
"Kecepatan respons sangat menentukan. Semakin lama sebuah titik api dibiarkan, semakin besar pula biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengendalikannya," jelasnya.
Baca Juga: Penegakan Hukum Karhutla Perlu Diperkuat, Denda Korporasi Dinilai Masih Kecil
Di sisi penegakan hukum, Puan mendukung langkah pemerintah menyegel 21 badan usaha yang lahannya terindikasi terkait Karhutla di tujuh provinsi. Dia meminta proses penegakan hukum dan pemberian sanksi dilakukan secara transparan.
"Perkembangan upaya penegakan hukum maupun pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap Karhutla perlu terus disampaikan ke publik," ujar Puan.
Dia memastikan DPR akan terus mengawal penanganan Karhutla hingga masyarakat kembali memperoleh udara yang aman. Pengawasan tersebut akan dilakukan melalui lintas komisi mengingat dampak Karhutla menyentuh berbagai sektor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata









