BGN Target Capai 72 Juta Penerima Manfaat di 2027, Siap Perkuat Standardisasi dan Keamanan Pangan

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat aspek teknis penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dukungan anggaran Tahun 2027.
Seperti peningkatan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kapasitas petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan. Penguatan tersebut menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional yang telah disiapkan.
"Ini menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional yang disiapkan BGN untuk memastikan penyelenggaraan MBG berjalan dengan standar yang semakin baik dan mampu mendukung keberlanjutan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat," kata Sudaryono, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Anggaran Turun, BGN Targetkan 72 Juta Penerima Manfaat MBG Tahun Depan
Dia menjelaskan, anggaran BGN tidak hanya diarahkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mencakup berbagai komponen yang mendukung kualitas penyelenggaraan program.
Dukungan tersebut meliputi sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, hingga penguatan tata kelola.
"BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," ujarnya.
Guna penguatan aspek teknis, BGN mengalokasikan anggaran untuk kegiatan non-MBG dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp 373,3 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung standarisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah kerja untuk mendukung penyelenggaraan MBG yang semakin terukur.
Untuk Tahun 2027, BGN telah menargetkan penerima manfaat pada program MBG dapat menjangkau 72.464.886. Target tersebut terdiri atas 60.599.777 peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca Juga: Komisi IX DPR Gelar Rapat Tertutup dengan BGN, Bahas Anggaran 2027
Dengan cakupan penerima manfaat yang besar dan tersebar di berbagai wilayah. Maka penguatan standar operasional menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan program.
Dia menegaskan, alokasi anggaran Tahun 2027 disusun untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi layanan pemenuhan gizi nasional. Dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat kapasitas BGN dalam menjalankan Program MBG secara berkelanjutan, sekaligus memastikan seluruh komponen penyelenggaraan program terus mengalami penguatan.
"Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








