Dulu Jual Kacang, Siswi Sekolah Rakyat Ini Kini Punya Harapan untuk Masa Depan Cemerlang

AKURAT.CO Citra Nur Ramadhani tak lahir dengan 'sendok emas' di mulutnya. Dia tumbuh penuh keterbatasan bersama kakak dan adiknya.
Ibunya penyandang disabilitas yang bekerja sebagai penyapu masjid dan buruh cuci. Sementara ayahnya sudah wafat dua tahun lalu, saat Citra baru berusia 8 tahun.
Di usia belia, Citra terpaksa menanggung beban ekonomi rumah tangga. Karena kondisinya, dia juga mendapatkan perundungan. Demi membantu keuangan keluarga, dia pun berjualan kacang bungkus sambil sekolah.
Baca Juga: Tangis Haru Warnai MPLS Sekolah Rakyat, Kisah Ibu Buruh Harian Rela Anak Tinggal di Asrama
"Dulu saya menjual kacang, kacang bungkusan. Supaya tidak ada yang bully lagi di sekolah dan bisa membantu orang tua. Saya tinggal di rumah sama nenek, kakak, adik, saya, mamak," kata Citra dalam wawancara dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dikutip Rabu (12/8/2026).
Namun, kini Citra yang berusia 10 tahun tak perlu lagi berjualan kacang bungkus setelah menjadi siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Dia juga tak lagi merasakan perundungan di sekolah, sehingga bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.
"Sekolah di sini saya tidak pernah di-bully, teman-teman saya di sini pada baik semua," ucapnya.
Tak hanya itu, Citra makin bersinar karena bakatnya tersalurkan dengan maksimal. Di Sekolah Rakyat, dia mengikuti kegiatan karate hingga menjadi perwakilan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dalam kejuaraan yang diselenggarakan di Kota Makassar. Citra keluar sebagai juara 2.
"Dulu aku ikut lomba karate di Makassar mewakili Pangkep. Terus aku juara dua, aku senang banget bisa mendapatkan juara dua," tuturnya.
Maysaroh, Wali Asuh Citra di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67, pun mengaku bangga dengan perkembangan Citra di sekolah. Menurutnya, Citra merupakan siswi yang penuh semangat dan selalu terdepan dalam menghafal pelajaran.
Baca Juga: Seskab Teddy: Anak-anak Sekolah Rakyat Tak Hanya Pintar, Tapi Juga Beradab
"Citra itu yang paling semangat sekali untuk belajar, untuk mau tahu segala hal. Lalu, dia juga yang paling suka menghafal, menghafal pelajaran. Dia salah satu anak wali saya yang paling cepat diberi tugas buat hafal, dia yang paling cepat menyetor hafalannya lagi," ucap Maysaroh atau yang biasa disapa Nou.
Nou ingin Citra tumbuh dengan baik dan meraih kesuksesan di masa depan. Dia berharap lingkungan Sekolah Rakyat mengantarkan Citra menuju keemasan.
"Meski kamu tumbuh bersama ibu tunggal, ibu berharap, ibu yakin, almarhum ayah di sana, di atas sana, pasti sudah sangat senang, bangga melihat Citra berada di lingkungan Sekolah Rakyat," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan







