BUBK Kebumen Jadi Pilar Baru Budi Daya Udang Berkualitas Ekspor

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat komitmen dalam mengoptimalkan potensi komoditas perikanan nasional.
Salah satu langkah strategis yang menjadi prioritas adalah pengembangan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, sebagai model percontohan budi daya udang modern terbesar di Indonesia.
Juru Bicara KKP, Ayu Rahmawati, mengatakan, BUBK Kebumen menjadi program unggulan KKP yang dirancang untuk meningkatkan produksi udang nasional secara signifikan dan berkelanjutan.
"Indonesia memiliki tambak udang terbesar yang berlokasi di Kebumen. BUBK Kebumen ini menjadi salah satu program unggulan KKP untuk mendorong produksi udang nasional, mengingat udang merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan terbesar dan andalan Indonesia di pasar global," jelasnya, melalui keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).
Lahan yang digunakan BUBK Kebumen sebelumnya merupakan area tambak yang sudah tidak produktif. KKP kemudian melakukan pengembangan dengan membangun kawasan budi daya modern di atas lahan seluas 100 hektare.
Baca Juga: BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi
Saat ini, BUBK Kebumen telah mengoperasikan 24 hektare kolam efektif yang terdiri dari 139 petak produksi.
Panen Berlanjut, Siklus ke-9 Dimulai
Panen kedua siklus ke-8 dilakukan pada 37 petak dengan total produksi sekitar 75 ton. Selanjutnya, panen tahap akhir berlangsung pada akhir Juli 2026. Sebanyak 70 petak dipanen dengan estimasi produksi mencapai 90 ton.
Dengan demikian, total produksi udang pada siklus ke-8 diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton.
Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi udang nasional, BUBK Kebumen telah menyerap 645 tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar.
Jumlah tersebut terdiri atas 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.
Baca Juga: Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Nomor Satu Dunia
Operasional kawasan tambak juga memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat, antara lain melalui tumbuhnya warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, usaha penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan di sekitar kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





