Kurs Dolar Hari Ini 27 Juli 2026 Tembus Rp17.900, Cek Rate BCA dan Mandiri!

AKURAT.CO Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Serikat (USD) mencatatkan pelemahan pada awal pekan, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan pantauan data pasar spot terkini, mata uang Garuda terkoreksi hingga menyentuh kisaran level Rp17.970 hingga Rp17.990 per dolar AS.
Dinamika pasar keuangan domestik serta faktor ekonomi makro global menjadi pemicu utama fluktuasi nilai tukar yang perlu dicermati oleh para pelaku bisnis maupun investor.
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini
Perdagangan pasar valuta asing (valas) dibuka dengan tekanan terhadap rupiah. Pada pembukaan pagi hari, rupiah bergerak melemah ke level Rp17.976 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Pelemahan ini juga tercermin pada indeks dolar AS (DXY) yang terus berfluktuasi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.
Tekanan terhadap mata uang lokal ini dipengaruhi oleh dinamika internal perbankan nasional serta pergeseran sentimen investor di pasar berkembang. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) terus memastikan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap berada dalam rentang aman dan kondusif bagi perekonomian riil.
Baca Juga: Indef: Ketidakpastian Pasar Meningkat Jika Transisi Kepemimpinan BI Tak Mulus
Daftar Kurs Dolar AS di Bank Besar Indonesia
Bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi penukaran valuta asing melalui perbankan nasional, berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di beberapa bank utama Indonesia per 27 Juli 2026:
Bank Perbankan | Kurs Beli (IDR) | Kurs Jual (IDR) |
Bank Central Asia (BCA) | Rp17.976 | Rp17.996 |
Bank Mandiri | Rp17.965 | Rp17.995 |
Bank Negara Indonesia (BNI) | Rp17.967 | Rp17.997 |
Nilai kurs di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung jenis transaksi yang digunakan (e-Rate, TT Counter, atau Bank Notes) serta dinamika pergerakan pasar valas riil secara real-time.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Nilai Tukar
Pergerakan kurs USD/IDR pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen kunci, antara lain:
Sentimen Sentral Kebijakan Moneter: Kebijakan tingkat suku bunga yang diterapkan oleh The Federal Reserve (The Fed) masih menjadi perhatian utama pasar finansial global dalam menentukan arah pergerakan dolar.
Kondisi Internals dan Respon Pasar: Penyesuaian struktural dan perubahan kepemimpinan di institusi moneter dalam negeri turut memberikan dampak psikologis jangka pendek bagi para pelaku pasar modal dan valas.
Arus Modal Keluar (Capital Outflow): Aksi lepas aset berisiko oleh investor asing di pasar berkembang mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven berbasis dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon





