Bukan Sekadar Konservasi, Menteri LH Dorong Keanekaragaman Hayati Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

AKURAT.CO Pemerintah mulai menempatkan keanekaragaman hayati tidak lagi sekadar sebagai objek konservasi, tetapi sebagai modal alam (natural capital) yang memiliki nilai strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Biodiversity+ Business Forum di Jakarta yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, startup, hingga organisasi masyarakat sipil guna memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati.
Menurutnya, kekayaan biodiversitas Indonesia harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa, bukan justru dimanfaatkan pihak lain.
“Kita ingin orang Indonesia menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau yang sedang tumbuh ini. Jangan sampai kekayaan keanekaragaman hayati yang kita miliki justru ditentukan oleh pihak lain. Indonesia harus menjadi pemimpin dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati," kata Jumhur di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF), pemerintah mendorong keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
Jumhur juga mengajak perusahaan-perusahaan Indonesia meningkatkan kapasitas dalam memahami isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta instrumen ekonomi lingkungan agar mampu mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi hijau global.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan keanekaragaman hayati untuk memperluas partisipasi sektor swasta.
Salah satunya melalui pengembangan Biodiversity Credit, yakni instrumen pembiayaan yang mendukung investasi berbasis alam dengan tata kelola yang berintegritas, adil, dan akuntabel.
Pengembangan Biodiversity Credit menjadi bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045, yang bertujuan memperkuat sistem pembiayaan konservasi melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Muswil II Deprindo Kalteng Tetapkan Yemima Eka Ampung Pimpin DPW, Siap Dukung Program 3 Juta Rumah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








