Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Orang Tua Evaluasi Pemenuhan Hak Anak

AKURAT.CO Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi orang tua dan seluruh elemen masyarakat, untuk mengevaluasi pemenuhan hak-hak anak.
"Kita enggak mau Hari Anak ini seremonial. Niatan kita adalah peringatan Hari Anak ini mendorong membangun kesadaran, khususnya orang tua menyadari bahwa ayo dong kita sama-sama introspeksi, kira-kira anak-anak sudah terpenuhi belum haknya, kira-kira saya ini sudah menjadi orang tua yang baik atau tidak," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dia mengatakan, saat ini banyak ibu yang harus bekerja, bukan menjadi pilihan melainkan kebutuhan. Sehingga pemerintah perlu menghadirkan solusi untuk mendukung pengasuhan anak.
Baca Juga: Tema Hari Anak Nasional 2026 Resmi Diumumkan, Ini Makna Logo dan Pesan yang Diusung
"Perempuan bekerja itu bukan sebuah pilihan, sekarang adalah sebuah kebutuhan. Jadi memang pemerintah harusnya memberikan solusi, salah satunya adalah dengan menyediakan daycare," ujarnya.
Untuk itu, Kementerian PPPA tengah menyosialisasikan penyediaan daycare kepada sejumlah perusahaan. Jika perusahaan belum dapat menyediakan fasilitas tersebut, diharapkan adanya bentuk dukungan lain bagi pekerja yang memiliki anak balita.
"Kalaupun perusahaannya tidak menyediakan daycare, ada hal lain yang diberikan kepada stafnya yang sedang punya balita supaya orang tuanya nyaman bekerja dengan anak-anak yang ada yang merawat di rumah," ucapnya.
Baca Juga: 40 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 Penuh Makna, Cocok Dibagikan ke Media Sosial
Selain itu, Arifah menyoroti meningkatnya angka kekerasan terhadap anak. Kondisi tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Pertama untuk berani berbicara, dan kedua sudah tumbuh kesadaran di masyarakat kalau melapor pasti akan dapat bantuan.
Namun, dia mengingatkan tingginya angka kekerasan juga menjadi alarm bahwa ancaman terhadap anak semakin dekat dengan lingkungan sekitar.
"Tetapi ini juga alarm buat kita bahwa kejahatan semakin dekat dengan lingkungan kita. Jadi ini alarm yang harus kita sadari bersama sehingga harus terbangun kesadaran dari seluruh komponen masyarakat, khususnya keluarga, bagaimana kita memperkuat keluarga masing-masing dengan kemampuan kita masing-masing," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








