Eropa Sudah Melarang, Mengapa Produsen Asing Masih Jual Galon BPA di Indonesia?

AKURAT.CO Praktik standar ganda yang dilakukan oleh produsen air minum dalam kemasan (AMDK) milik perusahaan asing di Indonesia menuai kritik dari banyak pihak.
Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Fitrah Bukhari, mengatakan, pelaku usaha memiliki kewajiban moral yang besar terhadap masyarakat luas.
"Secara moral, produsen punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan konsumen, apalagi air minum ini kan termasuk hajat hidup orang banyak," tegas Fitrah, dikutip pada Rabu (8/7/2026).
Kritik senada juga dilontarkan oleh Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing.
Ia mengungkap bahwa di negara asalnya, produsen multinasional tersebut sudah mematuhi larangan penggunaan Bisphenol A (BPA) pada kemasan minuman.
Namun ketika beroperasi di Indonesia, mereka terkesan memanfaatkan kekosongan regulasi domestik dengan tetap menjual bebas galon berbahan polikarbonat yang mengandung BPA.
“Di negaranya aja udah diatur nggak boleh yang mengandung BPA. Kenapa di sini dia masih membiarkan ini terjadi?” kata David.
Inkonsistensi ini terlihat jelas bahkan di pasar Indonesia sendiri. Produk kemasan untuk bayi, seperti botol susu dan tumbler, saat ini sudah wajib berlabel “BPA-Free”.
Sebaliknya, galon guna ulang berbahan polikarbonat yang dikonsumsi hampir 100 juta penduduk setiap hari justru tidak mendapat perlakuan aman yang sama.
Padahal, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Profesor Taruna Ikrar, sendiri telah mengakui risiko tersebut.
Baca Juga: MPR-MK Sepakati Perkuat Koordinasi, Tidak Saling Campuri Kewenangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara










