BGN Bakal Coret Siswa SMA Mampu dari Penerima MBG

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji penajaman sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran dan efektif.
Salah satu opsi yang dibahas adalah mengurangi penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA) yang berasal dari keluarga mampu.
Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara lembaga, Agustina Arumsari, mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari proses refocusing penerima manfaat yang saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah kementerian terkait.
Menurut Arum, BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan sejumlah kementerian lainnya untuk memastikan intervensi gizi pemerintah difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan beberapa kementerian lain. Secara teknis, intervensi gizi yang paling penting dilakukan sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan pada fase pertumbuhan berikutnya melalui pemenuhan gizi yang memadai," kata Arum usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efektif tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Salah satu simulasi yang tengah dikaji adalah mengecualikan siswa SMA dari keluarga yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.
Baca Juga: BGN Buka Peluang Efisiensi Anggaran MBG 2027 Lewat Penataan Ulang Penerima Manfaat
"Misalnya siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu atau bersekolah di sekolah-sekolah dengan tingkat ekonomi tinggi, kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG. Dari simulasi awal, langkah seperti ini bisa mengurangi sekitar 8 juta penerima manfaat," ujarnya.
Meski demikian, Arum menegaskan bahwa wacana tersebut masih berupa kajian internal dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Menurutnya, BGN masih terus melakukan penghitungan dan pembahasan agar penyesuaian sasaran penerima manfaat tetap sejalan dengan tujuan intervensi gizi nasional.
"Kami tidak menghilangkan esensi intervensi gizi yang dilakukan pemerintah. Refocusing ini diperlukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan pada saat yang sama dapat menciptakan efisiensi anggaran," katanya.
Saat ini, BGN memperoleh pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp270,2 triliun yang ditujukan untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat.
Namun, angka tersebut masih berpotensi berubah seiring proses evaluasi dan penajaman sasaran program yang sedang berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










