Rapat Perdana dengan DPR, KSP Curhat Terkendala Anggaran dan SDM untuk Mengawal Program Prioritas Presiden

AKURAT.CO Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi lembaganya dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan dalam rapat kerja perdananya bersama Komisi XIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dalam paparannya, Dudung menjelaskan KSP memiliki peran sebagai pengawal pelaksanaan program prioritas nasional yang ditugaskan langsung oleh presiden.
Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, KSP masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kekurangan sumber daya manusia.
"Dalam menjalankan seluruh peran guna memastikan Asta Cita, program prioritas Presiden, PHT-C hingga PKPN, masih dijumpai beberapa kendala. Tantangan seperti keterbatasan anggaran untuk menjalankan lima fungsi utama, jumlah SDM yang kurang memadai, hingga dukungan peralatan kerja," kata Dudung.
Baca Juga: Prabowo Beri Arahan Strategis ke Jenderal Dudung untuk Perkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan
KSP tidak mengambil alih tugas dan kewenangan teknis kementerian maupun lembaga. Menurutnya, fungsi utama KSP adalah memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai target dan arahan Presiden.
"Perlu kami sampaikan bahwa Kantor Staf Presiden memiliki peran sebagai pengawalan pelaksanaan program prioritas nasional yang ditugaskan oleh Presiden. KSP tidak mengambil alih tugas dan kewenangan teknis kementerian maupun lembaga, melainkan memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan arahan Presiden," ujarnya.
Dudung menjelaskan, arah kerja KSP dilakukan melalui monitoring berbasis data, percepatan penyelesaian hambatan pelaksanaan program, pengelolaan isu-isu strategis nasional, serta penyusunan rekomendasi kepada Presiden sebagai bahan pengambilan keputusan.
Menurut Dudung, setiap hambatan yang muncul dalam pelaksanaan program pemerintah diupayakan dapat dideteksi lebih dini. Agar segera dikoordinasikan dengan kementerian atau lembaga terkait dan ditindaklanjuti hingga memperoleh solusi yang dapat dieksekusi.
"Dalam pelaksanaannya, KSP memastikan setiap hambatan yang muncul dapat terdeteksi lebih awal, dikoordinasikan dengan kementerian lembaga terkait, dan ditindaklanjuti hingga memperoleh solusi yang dapat dieksekusi," tuturnya.
Baca Juga: Temui Prabowo di Istana, Dudung Bahas Proposal 'Blanket Overflight' AS ke Indonesia
Mantan Panglima Kodam Jaya itu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR RI dalam memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional. Menurut dia, dukungan parlemen dibutuhkan baik melalui fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.
"KSP juga meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR RI merupakan faktor penting dalam memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional, baik melalui dukungan regulasi, penganggaran, maupun fungsi pengawasan," kata Dudung.
Ia menambahkan, KSP turut mengawal pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah agar berjalan secara terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Dengan pendekatan tersebut, KSP berupaya memastikan setiap program prioritas Presiden tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan dampak yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan






