HRWG Usul Tenaga Ahli Independen Masuk Revisi UU HAM untuk Perkuat Komnas HAM

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG), Muhammad Hafiz, mengusulkan pengaturan mengenai tenaga ahli independen dalam revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
Usulan tersebut dinilai penting untuk mempertegas pemisahan antara unsur pemerintah dan kewenangan independen para komisioner Komnas HAM.
Hafiz mengatakan, sejak awal Komnas HAM dibentuk berdasarkan Paris Principles yang menekankan bahwa lembaga HAM nasional harus berdiri independen dan terpisah dari pemerintah.
“Komnas HAM didirikan berdasarkan Paris Principles. Di dalamnya ditegaskan bahwa Komnas HAM harus menjadi lembaga independen berbasis mandat internasional dan dipisahkan otoritasnya dari pemerintahan,” kata Hafiz dalam Talkshow Uji Publik Rancangan Perubahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM di Kantor Kementerian HAM, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, praktik kerja Komnas HAM saat ini masih melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam tugas-tugas yang seharusnya bersifat independen.
Padahal, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 telah mengatur jelas mandat, kewenangan, tugas, dan fungsi Komnas HAM sebagai lembaga independen yang dipimpin komisioner pilihan DPR.
“Ketika dalam praktiknya Komnas HAM tidak memiliki perangkat kerja yang juga independen, itu menjadi persoalan,” ujarnya.
Hafiz membandingkan kondisi tersebut dengan lembaga independen lain seperti Ombudsman, Komisi Yudisial, dan LPSK yang memiliki tenaga ahli maupun asisten langsung di bawah komisioner.
“Komnas HAM di bawah komisioner langsung justru diisi ASN atau PNS. Dikelola dan disupport oleh sekretariat jenderal yang notabene PNS. Sehingga kerja-kerja Komnas HAM yang harusnya independen juga dikerjakan oleh PNS,” jelasnya.
Menurut Hafiz, kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai independensi penanganan kasus HAM.
Baca Juga: Megawati Tegaskan Dukungan untuk Palestina Saat Terima Dubes Alsattari di Menteng
Ia mencontohkan laporan dugaan pelanggaran HAM yang diterima ASN kemudian diproses kembali oleh ASN sebelum sampai ke komisioner.
“Pertanyaannya kemudian, di mana letak independensi Komnas HAM?” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi kantor perwakilan Komnas HAM di daerah yang mayoritas diisi ASN.
Menurutnya, hal itu berbeda dengan Ombudsman yang memiliki mekanisme seleksi independen di tingkat daerah.
“Yang mengisi kantor perwakilan Komnas HAM di daerah itu PNS. Jadi pertanyaannya, siapa yang akan mewakili masyarakat ketika mereka melapor ke Komnas HAM, terutama di daerah,” ujarnya.
Hafiz mengatakan banyak pencari keadilan merasa kesulitan karena laporan yang mereka sampaikan kepada Komnas HAM tetap ditangani oleh aparatur pemerintah.
“Saya melapor ke pemerintah, saya dibiarkan, saya tidak ditanggapi. Lalu saya lapor lagi ke Komnas HAM di daerah, yang saya temui juga PNS,” katanya.
Karena itu, HRWG mengusulkan adanya tenaga ahli independen yang bekerja langsung mendukung komisioner Komnas HAM.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memisahkan fungsi administratif pemerintah dengan kewenangan independen komisioner.
“Makanya di dalam undang-undang itu kita usulkan ada tenaga ahli. Jadi tenaga ahli ini yang akan membackup secara penuh komisioner,” tegas Hafiz.
Ia menambahkan, keberadaan sekretariat jenderal tetap diperlukan, namun hanya untuk menjalankan fungsi administratif.
“Kesekjenan hanya melaksanakan fungsi administratif, tidak boleh masuk ke tugas dan fungsi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








