Cucun Ingatkan Homeless Media Tetap Wajib Patuhi Kode Etik Jurnalistik: Jangan Jadi Buzzer

AKURAT.CO Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan, keberadaan homeless media yang belakangan dikabarkan diajak bekerja sama pemerintah tetap harus tunduk pada aturan dan kode etik jurnalistik.
Menurut Cucun, keterbukaan informasi dan kreativitas yang berkembang di kalangan homeless media merupakan hal positif.
Namun, ia mengingatkan kebebasan tersebut tidak boleh membuat penyampaian informasi dilakukan tanpa proses verifikasi yang benar.
“Homeless media ini tetap tidak lepas daripada aturan kode etik jurnalistiknya. Harus memang ada batasan juga, tidak sekeinginan untuk menyampaikan ke publik tanpa verifikasi dari sumber,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai verifikasi informasi menjadi hal penting agar informasi yang beredar di masyarakat tidak menyesatkan maupun memicu persoalan baru.
Selain itu, Cucun mengingatkan agar perkembangan homeless media tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik ataupun propaganda.
“Jangan sampai kadang-kadang ini tumbuh subur dijadikan satu alat oleh sekelompok orang yang menginginkan homeless media ini menjadi buzzer atau menjadi alat speaker-nya,” ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Internet Cepat Masih Mahal? Ini Penyebabnya
Meski demikian, Cucun tetap mengapresiasi kreativitas para pelaku homeless media yang dinilai mampu menghadirkan alternatif penyebaran informasi di tengah perkembangan teknologi digital.
“Nah tapi kita senang bagaimana keterbukaan kemudian juga kreativitas yang dibikin oleh para homeless media ini,” katanya.
Ia menegaskan seluruh pegiat media, termasuk homeless media, tetap harus mematuhi aturan dan kode etik jurnalistik yang berlaku di Indonesia.
“Yang pasti tetap harus mengikuti juga tata aturan kode etik jurnalistik yang ada di negara kita,” pungkasnya.
Istilah homeless media sendiri mencuat setelah sejumlah media digital yang tidak memiliki situs resmi disebut ikut menjadi mitra Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Namun, dalam perkembangannya, beberapa media mengaku nama mereka dicantumkan tanpa persetujuan, sementara sebagian lainnya memilih mundur dari forum tersebut.
Di sisi lain, Bakom RI menegaskan tidak memiliki hubungan kerja sama yang bersifat mengikat dengan homeless mediayang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF), baik dalam bentuk kontrak, arahan editorial, maupun kerja sama formal lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









