Hendri Satrio: Video Amien Rais Terlihat Aneh, Sarat Tudingan Tak Mendasar

AKURAT.CO Analis komunikasi politik, Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, mengaku meragukan keaslian dan substansi pernyataan dalam video Amien Rais yang belakangan viral di media sosial.
Diketahui, pernyataan politikus senior Amien Rais dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya itu menjadi viral, setelah memuat tudingan terkait hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
"Saya baru saja menonton video mirip Pak Amien Rais. Saya tonton lagi, saya tonton lagi, kok terasa aneh," ujar Hensa melalui keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Isu Seskab Teddy Berasal dari Konten Medsos Manipulatif
Dia menilai, isi pernyataan yang disampaikan terkesan tidak mencerminkan sosok Amien Rais sebagai tokoh senior bangsa.
Menurutnya, gaya komunikasi dalam video tersebut mengandung tudingan yang tidak mendasar dan bernada kasar. Dia mempertanyakan, apakah benar pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Amien Rais.
"Ini benar Amien Rais, tokoh reformasi, tokoh senior bangsa? Masa bicara dengan tudingan-tudingan tak mendasar seperti ini?" katanya.
Dia juga mempertanyakan tujuan komunikasi dalam video tersebut, apakah ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto atau kepada Seskab Teddy Indra Wijaya. Sebagai tokoh senior, Amien Rais semestinya memberikan contoh yang baik dan menyampaikan kritik secara konstruktif.
"Sebagai sosok senior bangsa, saya yakin sekali pak Amien Rais tidak akan seperti ini, ia akan memberikan masukan-masukan positif memberikan contoh yang baik," tegasnya.
Hensa pun meyakini jika video tersebut benar adanya dan bukan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI), Amien Rais akan mengambil langkah klarifikasi. "Kalau benar ini bukan AI, saya yakin Pak Amien Rais akan meminta maaf agar tidak menimbulkan kegaduhan," ujarnya.
Baca Juga: Komdigi Kejar Penyebar Hoaks dan Fitnah Amien Rais Terhadap Presiden dan Seskab Teddy
Di sisi lain, dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Dia turut menyoroti kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, sehingga menurutnya polemik semacam ini justru menambah kegaduhan yang tidak perlu.
"Kita ini sedang sama-sama pusing mencari penghidupan. Jangan ditambah dengan isu-isu liar seperti ini," ucapnya.
====
Terkait sikap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Hensa menyampaikan apresiasi karena yang bersangkutan tidak memberikan respons terhadap video tersebut.
"Sudah benar untuk urusan ini dia tidak reaktif dan tidak memberikan respon apa pun terkait video pak Amien Rais ini, karena akan melanjutkan kegaduhan yang ada ke depannya," jelasnya.
Menurutnya, sikap tidak reaktif tersebut justru menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kritik, terutama jika sumbernya belum jelas.
"Makanya saya bilang, sudah benar untuk tidak direspon, saya apresiasi itu karena sebagai pejabat, sudah seharusnya tahu mana yang perlu direspons dan mana yang tidak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah





