Cepat dan Terukur, Presiden Prabowo Optimis Swasembada Energi Tercapai Paling Lambat 2029

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam mewujudkan swasembada energi paling lambat pada tahun 2029. Dengan fokus mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke energi terbarukan.
Menurut Presiden Prabowo, pemerintah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Ia menekankan bahwa target tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan komitmen yang akan dikejar secara cepat dan terukur.
"Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat," ujarnya, di sela-sela kunjungan kerja di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Presiden Prabowo menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar. Kekayaan alam tersebut sebagai karunia besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Enggak Main-main, Prabowo Bakal Tambah Tiga Papan Interaktif Digital ke Seluruh Sekolah
"Kita optimistis. Yang Mahakuasa memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa," katanya.
Namun, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat untuk menjaganya. Sebab, pengelolaan yang baik dapat melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global.
Ia menambahkan, negara yang kaya sumber daya alam kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional. Demi menghindari potensi tersebut, maka Indonesia harus mampu mengelola kekayaan alam sebaik-baiknya demi kepentingan nasional.
"Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak," pungkas Presiden Prabowo.
Baca Juga: Target Besar Presiden Prabowo di Sektor Pendidikan, 288 Ribu Sekolah Tuntas Direvitalisasi pada 2028
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






