Komisi I DPR Minta Investigasi Terbuka Terkait Ranjau yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendorong investigasi menyeluruh terkait insiden ranjau yang melukai prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Dia menilai, kejadian tersebut perlu ditelusuri secara terbuka karena berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum perang dengan melibatkan semua pihak secara transparan agar keselamatan prajurit terjamin.
"Ya kita minta agar ada investigasi khusus dan mendalam, ini serangan ini bisa terjadi ini kenapa? Ranjau itu yang menanamkan itu siapa? Dan mengapa bisa dilintasi oleh patroli kita?" kata Dave saat ditemui di Kompleks DPR/MPR RI, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Prabowo Beri Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Menurutnya, jika lokasi tersebut merupakan area ranjau, seharusnya tidak untuk dilalui patroli. Sebaliknya jika jalur umum namun telah dipasangi ranjau, maka hal ini merupakan pelanggaran serius.
Karena itu, pihaknya masih menunggu kabar dan informasi lengkap dari Mabes TNI untuk menyampaikan keterangan lengkap kepada publik. Dia pun mengaku masih mendapatkan informasi dari berbagai sumber termasuk media.
Baca Juga: Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Evaluasi Misi Perdamaian
"Ya, saya pun juga mendapatkan informasi masih dari media, tentu dari Mabes TNI ingin memastikan dulu informasi itu yang didapatkan itu sudah lengkap, baru bisa disampaikan secara umum sehingga tidak secara sepotong-sepotong," jelasnya.
Terkait penarikan pasukan perdamaian, Dave menuturkan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan penuh Mabes TNI dan keputusan berada di tangan Panglima TNI.
Saat ini, pihaknya belum menjadwalkan rapat kembali dengan Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI dalam waktu mendatang. "Kalau raker dengan TNI pasti akan dilakuka tapi waktunya dan juga agendanya nanti kita tentukan. Ya nanti kan ada berbagai macam isu yang perlu kita bahas," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








