Megawati Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

AKURAT.CO Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama seluruh jajaran partai menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Pernyataan resmi tersebut tertuang dalam surat DPP PDIP yang ditandatangani oleh Ahmad Basarah dan Hasto Kristiyanto pada 30 Maret 2026.
Dalam surat itu, PDIP menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, anggota Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, yang dinilai sebagai kusuma bangsa saat menjalankan tugas negara dalam misi penjaga perdamaian PBB.
“Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon sebagai kusuma bangsa dalam menjalankan tugas negara,” demikian kutipan pernyataan tersebut, Senin (30/3/2026).
Sebagai bentuk penghormatan, Megawati menginstruksikan seluruh kader PDIP untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum.
Selain itu, PDIP juga mengusulkan kepada negara agar memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, serta perlindungan pendidikan bagi anak almarhum.
Tak hanya itu, PDIP menyatakan akan bergotong royong membantu keluarga yang ditinggalkan, termasuk melalui santunan rumah dan pemberian beasiswa bagi anak almarhum yang masih berusia dua tahun.
Dalam pernyataannya, PDIP juga memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia.
Gugurnya prajurit disebut sebagai wujud nyata pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945 dalam menjaga ketertiban dunia.
“Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda menjadi simbol diplomasi Indonesia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga berkorban untuk mewujudkannya,” tulis PDIP.
Baca Juga: BGN: Anggaran Program MBG Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Lebih lanjut, PDIP menyampaikan empat sikap resmi terkait insiden tersebut.
Pertama, mengutuk keras segala bentuk tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Kedua, mendukung penuh langkah investigasi independen oleh misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) serta mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB.
Ketiga, mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat perlindungan pasukan perdamaian, termasuk melalui evaluasi aturan keterlibatan (rules of engagement) yang lebih protektif.
Keempat, mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dalam menuntut keadilan atas gugurnya prajurit, sekaligus memastikan keselamatan lebih dari 1.200 personel TNI yang masih bertugas di Lebanon.
Surat tersebut ditutup dengan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









