BGN: Anggaran Program MBG Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan melalui APBN sebesar Rp268 triliun.
Ia sekaligus membantah informasi yang menyebutkan anggaran program tersebut mencapai Rp335 triliun.
“Berdasarkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun, bukan Rp335 triliun,” ujar Dadan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Dadan menjelaskan, angka Rp335 triliun yang sempat beredar di publik berasal dari tambahan dana cadangan pemerintah melalui skema Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) sebesar Rp67 triliun.
Namun, dana tersebut bukan bagian dari alokasi utama yang dikelola BGN.
Menurutnya, sebagian besar anggaran yang diterima difokuskan untuk mendukung pelaksanaan program secara langsung kepada masyarakat.
“Sebanyak 93 persen dari total anggaran Rp268 triliun dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Dari total tersebut, sekitar Rp249 triliun digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Mayoritas anggaran bahkan dialokasikan untuk pembelian bahan baku.
Baca Juga: Kunjungan ke Jepang, Presiden Prabowo Subianto Kantongi Komitmen Investasi Rp380 Triliun
“Sekitar 70 persen digunakan untuk bahan pangan, sehingga langsung menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM,” ungkap Dadan.
Selain itu, sekitar 20 persen anggaran dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional seperti listrik, transportasi, hingga insentif relawan.
Dadan mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang terlibat dalam program tersebut, dengan penghasilan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan.
Ia menegaskan, program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Program ini memberikan dampak langsung bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja,” ujarnya.
BGN pun berkomitmen untuk terus mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Kami memastikan anggaran ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia,” pungkas Dadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









